Panglima TNI Sebut Papua Jadi Daerah Rawan Konflik di Pilkada 2020

Kompas.com - 06/11/2019, 12:01 WIB
Panglima TNI rapat kerja bersama Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariPanglima TNI rapat kerja bersama Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan pengamanan Pilkada serentak 2020. Diketahui, pilkada serentak 2020 akan digelar pada 23 September 2020.

Hadi mengatakan, dari 270 daerah menggelar pilkada, Papua diprediksi menjadi salah satu yang memiliki potensi rawan konflik.

Baca juga: Kapolda Papua Sebut Masih Ada Hoaks Pasca-Kerusuhan Wamena

"Adapun daerah yang diperkirakan berpotensi konflik karena isu SARA, konflik horizontal dan politik uang adalah wilayah Papua," kata Hadi dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Hadi mengatakan, ada tiga aspek yang menyebabkan konflik di Pilkada 2020 yaitu aspek penyelenggaraan, kontestasi dan partisipasi.

Untuk itu, kata Hadi, pihaknya siap mengamankan penyelenggaraan Pilkada serentak dengan menyiagakan personel membantu Polri.

"Guna mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak tersebut, TNI menyiagakan personel dan Alutsista, untuk perbantuan kepada Polri sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku," ujarnya.

Baca juga: KPU Minta Pemda Sosialisasikan Pilkada 2020

Lebih lanjut, Hadi mengatakan, pada Pemilu 2019 TNI telah mengerahkan personel sebesar 2/3 dari kekuatan yang dikerahkan Polri.

Hadi mengatakan, pada Pilkada serentak nanti, sejumlah personel TNI dan Polri tersebut pasti dilibatkan kembali.

"Pada pemilu yang lalu TNI mengerahkan kekuatan sebesar 2/3 dari kekuatan yang dikerahkan oleh Polri," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X