Prabowo Masuk Kabinet Dinilai Berdampak Positif, meski Banyak yang Kecewa

Kompas.com - 05/11/2019, 18:40 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin berfoto bersama jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie mengatakan, susunan Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024 ini penuh dengan kejutan.

Masuknya Prabowo ke dalam susunan kabinet merupakan kejutan yang paling menarik perhatian. Hal ini, menurut dia, menunjukkan sinyal persatuan yang cukup kuat di kabinet.

"Bergabungnya Pak Prabowo yang didahului dengan pertemuan dengan Presiden Jokowi di MRT, kemudian Pak Edhy Prabowo (politikus Gerindra) diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Jadi ada dua Prabowo, ini menandakan sinyal persatuan, " ujar Jerry dalam diskusi bertajuk Sinyal Persatuan di Balik Kabinet yang Bikin Kaget' di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2019).

Akan tetapi, kata Jerry, masih ada sinyal ketidaksukaan dari pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin yang kecewa.


Baca juga: Kelakar Wapres Maruf soal Mereka yang Tak Terakomodasi di Kabinet...

Hal senada, dari kubu pendukung Prabowo pun dinilai masih banyak yang kecewa. Kondisi seperti ini menimbulkan bias-bias politik di antara kedua belah pihak.

"Dari sisi Jokowi misalnya yang sudah mengeluarkan budget habis-habisan, mereka sakit hati. Begitu juga sebaliknya dari kelompok Pendukung Pak Prabowo juga banyak yang bilang, 'Kenapa sih mesti gabung Jokowi? '. Sepertinya yang positif dan negatif tidak bisa bertemu," tutur Jerry.

Jerry menilai, kondisi ini tidak akan membawa dampak positif dalam jangka panjang.

Sebab, serangan kepada pemerintah dari pihak-pihak yang kecewa dan menyerang Jokowi atau Prabowo dinilainya tidak akan mendapat keuntungan.

"Kenapa kita serang sementara mereka sudah bersatu. Kita yang rugi, kan. Sudah tutup saja lembaran pilpres. Mari kita buka lembaran baru, ya Indonesia Maju itu. Setidaknya untuk lima tahun mendatang," ucapnya.

Baca juga: Pengamat: Nasdem Ngambek Politik, Tak Puas terhadap Susunan Kabinet

Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta juga menilai bahwa susunan kabinet yang diumumkan Presiden Jokowi cukup mengagetkan publik dengan masuknya Prabowo sebagai menhan.

Meski begitu, dia melihat situasi di media sosial yang cenderung landai sejak Prabowo masuk ke pemerintahan.

"Saya kagetnya saat Pak Prabowo diumunkan (sebagai menteri), internet sepi. Benar-benar sepi. Jadi masuknya Prabowo cukup buat aktivitas bermedia sosial di internet senyap," ucapnya.

Stanislaus juga melihat kecenderungan kegaduhan justru terjadi di kalangan pendukung Jokowi. Salah satunya karena pemilihan sosok-sosok yang mengisi kabinet mendobrak pakem yang ada.

"Pemilihan kabinet mendobrak pakem yang ada. Contohnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang biasanya diisi tokoh dari Muhamadiyah menjadi bukan milik siapa pun. Begitu juga dengan posisi Menteri Agama (Menag) yang biasanya diisi tokoh Nahdatul Ulama (NU) pun kali ini keluar dari kebiasaan," ucap Stanislaus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X