Bakal Maju Jadi Caketum Golkar, Bamsoet Diingatkan soal Dukungannya terhadap Airlangga

Kompas.com - 04/11/2019, 14:25 WIB
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat di temui awak media di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKetua MPR RI, Bambang Soesatyo saat di temui awak media di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengaku belum tahu persis soal rencana Wakil Koordinator Bidang Pratama Golkar Bambang Soesatyo, mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Golkar periode selanjutnya.

Namun demikian, Doli menyebut, sebelumnya Bambang pernah membuat pernyataan yang pada intinya mendukung Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, untuk kembali memimpin partai berlambang beringin itu di periode depan.

Pernyataan Bambang tersebut, menurut Doli, juga disaksikan oleh masyarakat luas.

"Yang saya tahu dan saya kira kita melihat semua di televisi dan media, Pak Bamsoet (Bambang Soesatyo) menyatakan akan mendukung Pak Airlangga pada musyawarah nasional 2019," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Sempat Beri Sinyal Mundur, Bamsoet Disebut Bakal Maju Lagi Jadi Calon Ketum Golkar

Bambang Soesatyo sebelumnya memang disebut-sebut bakal menjadi pesaing Airlangga Hartarto menjadi calon Ketua Umum Golkar.

Namun, pada awal Oktober kemarin, Bambang terpilih sebagai Ketua MPR RI yang diusulkan oleh Golkar.

Pengusulan nama Bambang sebagai pimpinan MPR itu pun disinyalir sebagai kesepakatan politik internal Golkar, supaya Bambang tak lagi maju sebagai calon Ketua Umum Golkar.

Baca juga: Soal Rebutan Kursi Ketum Golkar, Bamsoet: Tak Ada Lagi Persaingan

Mengenai hal itu, Doli mengaku tak tahu persis. Jika pun ada kesepakatan tertulis, Airlangga dan Bambang lah yang mengetahuinya.

"Saya tidak mengetahui persis perjanjiannya seperti apa karena itu yang mengetahui kan Pak Airlangga dan Bamsoet," ujar Doli.

Doli kemudian menambahkan bahwa partainya pernah mengalami perpecahan di awal tahun 2015. Selama 2014 hingga 2019 pun, Golkar mengalami tahun-tahun yang sulit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Pekan Depan Menlu AS Akan Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Nasional
Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Ketua MPR Minta Prioritas Vaksinasi Covid-19 di Pulau Jawa

Nasional
Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Kali Kedua Prabowo Sambangi Perancis, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Draf UU Cipta Kerja Berubah Jadi 1.187 Halaman, Ada Penghapusan Pasal

Nasional
Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Mengaku Jadi Korban Konspirasi di Kasus Jiwasraya

Nasional
Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Jangka Waktu Pembahasan Aturan Turunan UU Cipta Kerja Dinilai Tak Realistis

Nasional
Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Harun Masiku Belum Tertangkap, ICW: KPK Bukan Tidak Mampu, tetapi Tidak Mau

Nasional
Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Nasional
Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Tujuh Bulan Pandemi, Pemerintah Belum Capai Target Tes Usap dari WHO

Nasional
Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Tunda Pemberlakuan UU Cipta Kerja

Nasional
Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Doni Monardo Bantah Anggapan Pemeriksaan Spesimen Indonesia Terendah di Dunia

Nasional
Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Soal Kebakaran Gedung, Kejagung Duga Karena Unsur Kealpaan

Nasional
Satgas: Pelaksanaan Liga 1 Harus Disesuaikan dengan Zonasi Covid-19

Satgas: Pelaksanaan Liga 1 Harus Disesuaikan dengan Zonasi Covid-19

Nasional
Petugas TPS Dibolehkan Buka Masker Saat Layani Pemilih dengan Disabilitas Rungu

Petugas TPS Dibolehkan Buka Masker Saat Layani Pemilih dengan Disabilitas Rungu

Nasional
Satgas Covid-19: Pemilu Berbagai Negara Perlu Dijadikan Pembelajaran untuk Pilkada

Satgas Covid-19: Pemilu Berbagai Negara Perlu Dijadikan Pembelajaran untuk Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X