Ajukan Praperadilan, I Nyoman Dhamantra Minta Status Tersangka Dibatalkan

Kompas.com - 04/11/2019, 11:56 WIB
Hakim tunggal, Krisnugroho memimpin jalannya sidang permohonan praperadilan mantan anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Dhamantra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYAHakim tunggal, Krisnugroho memimpin jalannya sidang permohonan praperadilan mantan anggota Komisi VI DPR, I Nyoman Dhamantra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra mengajukan permohonan praperadilan terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Dhamantra meminta status tersangkanya dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 dihapuskan.

"Agar memerintahkan untuk tidak menjadikan hukum apa pun kepada pemohon. Memohon kepada hakim untuk memerintahkan termohon menghentikan penyidikan dan penuntutan terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih," ujar Kuasa Hukum Dhamantra, Fahmi Bachmid di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Impor Bawang Putih dan Suap Rp 3,5 Miliar untuk Eks Anggota DPR I Nyoman Dhamantra...

Fachmi mengatakan sejak penetapan dan penahanan pada 8 Agustus terhadap pemohon, nilai keadilan ditanggalkan.

Fachmi menilai tindakan penyidik untuk menentukan tersangka seharusnya diikuti dan dijalankan dengan prosedur yang benar.

"Artinya setiap proses yang akan ditempuh dan dijalankan dengan benar tanpa ada yang diabaikan sehingga azas kepastian hukum dapat dijaga dengan baik," katanya.

Baca juga: Eks Anggota DPR I Nyoman Dhamantra Disebut Terima Fee Rp 2 Miliar lewat Transfer

Sebelumnya, kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK pada 8 Agustus 2019.

Penyidik mendapat informasi adanya transaksi suap terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019.

Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni anggota DPR Komisi VI I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri, dan Elviyanto sebagai penerima suap.

Baca juga: Tiga Pihak Swasta Didakwa Suap Eks Anggota DPR I Nyoman Dhamantra Rp 3,5 Miliar

Selain itu, Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar sebagai pemberi uang suap.

Dhamantra, Mirawati Basri dan Elviyanto diduga menerima uang suap sebesar Rp 2 miliar melalui transfer untuk mengurus kuota impor bawang putih dari Chandry Suanda, Doddy Wahyudi dan Zulfikar.

"DDW (Doddy Wahyudi) mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik INY (Nyoman). Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus SPI (Surat Persetujuan Impor)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Kamis (8/8/2019).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X