Nilai Haris Diubah agar Lolos Calon Kakanwil Kemenag, Oleh Siapa?

Kompas.com - 30/10/2019, 16:24 WIB
Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (30/10/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (30/10/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua anggota Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kementerian Agama ( Kemenag) Khasan Effendy dan Kuspriyo Murdono mengungkap adanya indikasi pengubahan nilai demi meloloskan Haris Hasanuddin ke peringkat tiga besar calon Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan keduanya ketika menjadi saksi untuk mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, terdakwa kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan Kemenag Jawa Timur.

Awalnya, Jaksa KPK Ariawan Agustiartono menunjukkan dokumen hasil rekapitulasi nilai para calon pejabat tinggi Kemenag.

"Ini nilainya yang Pak Haris di sini 95, 90 dan 95. Seingat Bapak Khasan kalau nilai itu dirata- ratakan ketemu enggak angka ini?" tanya jaksa Ariawan ke Khasan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (30/10/2019).


"Seingat saya, enggak ketemu kalau di saya. Saya ngasih 65 kok, Pak. Itu enggak bisa diproses," jawab Khasan.

Baca juga: Saat Hakim Singgung Saksi Sidang Romahurmuziy soal Lempar Batu Sembunyi Tangan

Khasan mengungkapkan, pada awalnya ia heran mengapa Haris bisa masuk ke dalam seleksi tes wawancara. Sebab, Haris pernah terkena sanksi disiplin PNS sehingga tak berhak ikut dalam seleksi wawancara.

Namun, akhirnya Khasan memutuskan tetap mewawancarai Haris dan menilai makalahnya sesuai wewenang dia selaku anggota Pansel.

Karena pernah terkena sanksi disiplin, Khasan saat itu memberi nilai 65, di bawah standar minimal untuk lolos dalam seleksi lanjutan.

"Makanya saya tulis catatan jangan dilanjutkan, itu tintanya warna biru. Saya menilainya di bawah 70. Drop, itu artinya sudah tidak bisa dilanjutkan. Itu sebagai sikap saya selaku Pansel. Saya harus komitmen itu," lanjut dia.

Khasan menduga ada upaya pihak tertentu untuk mengubah nilai Haris. Pada waktu itu ada salah satu panitia menghubungi dirinya.

Baca juga: Eks Kepala Kemenag Gresik Mengaku Serahkan Uang Rp 50 Juta untuk Romahurmuziy

Anggota panitia itu mengungkapkan kepadanya bahwa ada satu makalah calon yang belum dinilai. Ia pun menginstruksikan orang tersebut datang menemuinya untuk membawa berkas itu agar dicek.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X