Daya Dobrak Kabinet Indonesia Maju

Kompas.com - 24/10/2019, 10:30 WIB
Suasana persiapan pemotretan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana persiapan pemotretan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

 

Kejutan adalah faktor penting untuk membangunkan raksasa Indonesia yang kelewat lama dalam buaian dan ayunan yang memabokkan dan membuat ketagihan.

Kita dibuai dengan kebiasaan bahwa pelaksana kebijakan negara haruslah orang partai atau politisi.

Kita diayun tenang bahwa para pelaksana harus mewakili organisasi besar dengan jutaan pengikut.

Kali ini Jokowi membuat kejutan bahwa pelaksana kebijakan negara sebagian adalah profesional.

Jokowi menugaskan mereka karena mereka sudah punya kinerja terukur dan bermanfaat untuk negara dan bangsa.

Para pendobrak

Nama-nama yang sudah terukur misalnya Terawan Agus Putranto, dokter yang dijuluki “kontroversial” oleh media karena pernah melontarkan ide cuci otak atau Digital Substraction Angiography (DSA) untuk mengatas stroke.

“Kontroversial” ini menunjukkan ide dan terobosan membongkar kejumudan ilmu pengetahuan.

Fachrul Razi, Pak Menteri Agama, disorot pengamat dan kalangan NU dengan tanda tanya besar, mengapa menteri agama harus dipegang seorang mantan tentara?

Apa yang akan dilakukan mantan tentara di kementerian yang mengurus agama?

Peraih bintang 4 di bawah Presiden Gus Dur dan pernah menjabat Wakil Panglima TNI 1999 – 2000, Fachrul Razi sudah mengatakan bahwa dia Menteri Agama, bukan menteri agama Islam saja.

Ini sebuah ungkapan penuh makna bagi kalangan beragama ketika Indonesia sedang digerogoti kelompok radikal yang menggunakan agama sebagai kendaraan angkutan.

Di bidang pendidikan, Presiden sudah mengatakan bulan Agustus lalu salah satu kriteria Mendikbud baru nanti harus mampu melaksanakan kurikulum yang mampu menggunakan teknologi.

Maka ketika Nadiem Makarim didapuk menjadi Mendikbud itu, sudah terpenuhi keinginan Presiden memilih figur yang diperhitungkan mampu melaksanakan misinya di bidang pendidikan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

117 Calon Hakim MA Lulus Administrasi, Proses Seleksi Masuk Tahap II

117 Calon Hakim MA Lulus Administrasi, Proses Seleksi Masuk Tahap II

Nasional
Anak dan Menantu Jokowi di Panggung Pilkada 2020

Anak dan Menantu Jokowi di Panggung Pilkada 2020

Nasional
[POPULER NASIONAL] Ancaman Kapolri untuk Anak Buahnya | Nama Cucu Keempat Presiden

[POPULER NASIONAL] Ancaman Kapolri untuk Anak Buahnya | Nama Cucu Keempat Presiden

Nasional
Menpan RB: Seleksi CPNS Dibuka Kembali pada 2021 dengan Formasi Terbatas

Menpan RB: Seleksi CPNS Dibuka Kembali pada 2021 dengan Formasi Terbatas

Nasional
Polemik Aturan Proses Hukum Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung, Ramai Dikritik hingga Dicabut

Polemik Aturan Proses Hukum Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung, Ramai Dikritik hingga Dicabut

Nasional
Kejagung Cari Penyebar Dokumen Pedoman soal Proses Hukum Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung

Kejagung Cari Penyebar Dokumen Pedoman soal Proses Hukum Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung

Nasional
SBY: Perang Lawan Covid-19 Masih Panjang

SBY: Perang Lawan Covid-19 Masih Panjang

Nasional
Ancaman terhadap Petani dan Potensi Konflik Agraria dalam RUU Cipta Kerja

Ancaman terhadap Petani dan Potensi Konflik Agraria dalam RUU Cipta Kerja

Nasional
SBY: Pandailah Alokasikan APBN, Apalagi Kita Tambah Utang..

SBY: Pandailah Alokasikan APBN, Apalagi Kita Tambah Utang..

Nasional
KPA Sebut RUU Cipta Kerja Berpotensi Memperparah Konflik Agraria

KPA Sebut RUU Cipta Kerja Berpotensi Memperparah Konflik Agraria

Nasional
Surabaya Berubah Jadi Zona Oranye, Satgas Sebut Penanganan Kasus Membaik

Surabaya Berubah Jadi Zona Oranye, Satgas Sebut Penanganan Kasus Membaik

Nasional
MAKI Laporkan Dugaan Komunikasi Pejabat Kejagung dengan Djoko Tjandra

MAKI Laporkan Dugaan Komunikasi Pejabat Kejagung dengan Djoko Tjandra

Nasional
Tak Lengkapi Syarat Ini, Sekolah di Zona Hijau dan Kuning Batal Beroperasi

Tak Lengkapi Syarat Ini, Sekolah di Zona Hijau dan Kuning Batal Beroperasi

Nasional
Aturan soal Proses Hukum Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung Akhirnya Dicabut

Aturan soal Proses Hukum Jaksa Harus Seizin Jaksa Agung Akhirnya Dicabut

Nasional
Di Sidang MK, Pemerintah Bantah Dalil Pemohon Uji Materi UU Penyakit Menular dan UU Karantina Kesehatan

Di Sidang MK, Pemerintah Bantah Dalil Pemohon Uji Materi UU Penyakit Menular dan UU Karantina Kesehatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X