Eks Kakanwil Kemenag Jatim Akui Serahkan Uang Rp 255 Juta ke Romahurmuziy

Kompas.com - 23/10/2019, 20:59 WIB
Terdakwa dugaan kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu  (23/10/2019). Dalam sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dua orang saksi yaitu mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJATerdakwa dugaan kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Dalam sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dua orang saksi yaitu mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Haris Hasanuddin mengakui penyerahan uang senilai Rp 255 juta secara bertahap ke mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy.

Hal itu ia ungkapkan saat bersaksi untuk Romy, terdakwa kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan Kemenag Jawa Timur.

"Sekitar Desember (2018) atau Januari (2019), ke rumah beliau di Condet. Kebetulan pas ada acara ke Jakarta dan ada niatan silaturahim," kata Haris di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Hakim Tipikor Tegaskan KPK Berwenang Tangani Perkara Romahurmuziy

Dalam pertemuan itu, Haris mengungkapkan upayanya mengikuti proses seleksi sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Ia juga mengaku berkeluh kesah ke Romy lantaran ada aturan soal sanksi disiplin yang berisiko menghalangi keikutsertaannya.

Sebab, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin kepegawaian.

Kemudian, Haris juga mengaku ada upaya pihak tertentu untuk menghalangi dirinya mengikuti proses seleksi. Namun dalam persidangan, Haris tak menjelaskan siapa pihak tertentu tersebut.

"Ya respons beliau sampaikan, ya sudah dijalani saja dulu, berdoa," kata Haris.

Dalam pertemuan itu, Haris mengaku menyerahkan uang Rp 5 juta untuk Romy dalam amplop. Uang itu ia letakkan di meja.

Sebulan kemudian, lanjut Haris, ia kembali berkunjung ke rumah Romy. Kali ini, Haris membawa uang Rp 250 juta dalam tas hitam.

"Dalam rupiah, pecahan Rp 100 ribu," katanya.

Baca juga: Hakim Tipikor Tolak Eksepsi Romahurmuziy

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X