Syahrul Yasin Limpo, dari Bupati, Wagub, Gubernur, kini Mentan

Kompas.com - 23/10/2019, 14:02 WIB
Politisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. ANTARA FOTO/Puspa PerwitasariPolitisi Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo ditunjuk sebagai Menteri Pertanian dalam Kabinet Pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pertanian, nama Syahrul Yasin Limpo telah lama dikenal sebagai sosok yang punya segudang pengalaman di pemerintahan daerah.

Lahir pada 16 Maret 1955, Syahrul memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil di Kabupaten Gowa pada 1980.

Ia tercatat mengisi sejumlah jabatan di Pemkab Gowa hingga akhirnya menjabat sebagai Bupati Gowa periode 1994-2002.

Baca juga: Profil Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian

Pada 2003, ia diangkat menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mendampingi Gubernur Amin Syam.

Pasangan itu kemudian pecah kongsi pada Pilkada Sulawesi Selatan pada 2007. Syahrul dan Amin mencalonkan diri dengan pasangan masing-masing.

Syahrul yang berduet dengan Agus Arifin Nu'mang akhirnya memenangkan pilkada dengan perolehan suara 39,53 persen, unggul tipis dari pasangan Amin Sjam-Mansyur Ramli yang meraup 38,76 persen suara.

Pada 2013, pasangan Syahrul-Agus kembali berkontestasi pada Pilkada Sulsel. Keduanya pun kembali terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dengan perolehan 52,42 persen suara.

Syahrul menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Sulsel pada 2018 lalu. Ia digantikan oleh kader PDI-P yang juga mantan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah.

Selain memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, Syahrul juga punya rekam jejak panjang di dunia politik. Ia tercatat telah menjadi kader Partai Golkar sejak 1994.

Baca juga: Apa Saja Prestasi Syahrul Yasin Limpo hingga Ditunjuk Jadi Menteri Pertanian?

Ia terus menjadi kader partai beringin hingga 2007 sebelum hijrah ke PDI-P. Namun keanggotaannya di PDI-P hanya berumur dua tahun.

Pada 2009, ia kembali ke Partai Golkar dan menjabat sebagai Ketua DPD Golkar di Sulawesi Selatan.

Sembilan tahun berselang, Syahrul kembali pindah partai. Pada 2018, ia berubah haluan dan bergabung dengan Partai Nasional Demokrat yang dipimpin Surya Paloh.

Setelah menjadi kader Nasdem, Syahrul mengisi posisi Ketua DPP. Kini, ia dipercaya Presiden Jokowi untuk memperkuat kabinet pemerintahan lima tahun ke depan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua MPR Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Dirampungkan

Ketua MPR Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Dirampungkan

Nasional
Gugus Tugas: Hingga 5 Juli, 104 Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19

Gugus Tugas: Hingga 5 Juli, 104 Daerah Berstatus Zona Hijau Covid-19

Nasional
Pakar Hukum Pidana Sebut Pengadilan Tak Bisa Disalahkan soal Permohonan PK Djoko Tjandra

Pakar Hukum Pidana Sebut Pengadilan Tak Bisa Disalahkan soal Permohonan PK Djoko Tjandra

Nasional
Ketua Gugus Tugas: Tidak Boleh Lagi ada yang Kena Covid-19

Ketua Gugus Tugas: Tidak Boleh Lagi ada yang Kena Covid-19

Nasional
Eks Sekjend Kemhan Sebut AS Klaim Sepihak dalam Penjualan MV-22 Osprey Block C

Eks Sekjend Kemhan Sebut AS Klaim Sepihak dalam Penjualan MV-22 Osprey Block C

Nasional
Yusril Sebut Putusan MA soal Pilpres Tak Batalkan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Yusril Sebut Putusan MA soal Pilpres Tak Batalkan Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Pemenuhan Hak Kelompok Difabel Harus Jadi Perhatian

Pemenuhan Hak Kelompok Difabel Harus Jadi Perhatian

Nasional
AS Setujui Penjualan 8 Pesawat Tiltrotor MV-22 Osprey Block C ke Indonesia

AS Setujui Penjualan 8 Pesawat Tiltrotor MV-22 Osprey Block C ke Indonesia

Nasional
Airlangga Tegaskan Penguatan Infrastruktur Digital Mutlak Dilakukan

Airlangga Tegaskan Penguatan Infrastruktur Digital Mutlak Dilakukan

Nasional
Penjelasan Kemendagri soal E-KTP dan Status Buron Djoko Tjandra

Penjelasan Kemendagri soal E-KTP dan Status Buron Djoko Tjandra

Nasional
66.226 Kasus Covid-19 di Indonesia, Prediksi Ketersediaan Vaksin Lokal pada 2021

66.226 Kasus Covid-19 di Indonesia, Prediksi Ketersediaan Vaksin Lokal pada 2021

Nasional
[POPULER NASIONAL] Setelah MA Kabulkan Gugatan Soal Pilpres | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.268 Orang

[POPULER NASIONAL] Setelah MA Kabulkan Gugatan Soal Pilpres | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.268 Orang

Nasional
Saat Komisi III DPR Gelar Rapat di Gedung KPK...

Saat Komisi III DPR Gelar Rapat di Gedung KPK...

Nasional
Jokowi Kebut Infrastruktur di Tengah Pandemi, Terkendala Dana hingga Lahan

Jokowi Kebut Infrastruktur di Tengah Pandemi, Terkendala Dana hingga Lahan

Nasional
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Satu Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus

Polisi Lengkapi Berkas Perkara Satu Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Bos Kaskus

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X