Kompas.com - 22/10/2019, 19:27 WIB
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). KOMPAS.COM/NURSITA SARIKetua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin mengatakan, kondisi politik terkini di tingkat nasional tidak memengaruhi kondisi politik di DKI Jakarta.

Arifin menyampaikan, PKS tetap menjadi oposisi pemerintah pusat. Sementara di Jakarta, PKS merupakan pendukung pemerintah daerah.

"(PKS) oposisi itu dalam konteks politik nasional, kalau di DKI bukan oposisi," ujar Arifin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).

Arifin menyampaikan, PKS merupakan partai politik pengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Posisi PKS di Jakarta tidak berubah hingga kini.

"Kalau urusan oposisi kan terkait dengan kepemimpinan di pusat, kalau di DKI kan kami sebagai pengusung gubernur, bukan oposisi," kata dia.

Arifin tidak mau mengomentari kondisi politik di tingkat nasional.

Baca juga: PKS Khawatir jika Tak Ada Oposisi, Pemerintahan Akan Jadi Oligarki

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau urusan pusat, tanya yang di pusat, kami levelnya di DKI," ucap Arifin.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (21/10/2019).

Seusai pertemuan, Prabowo mengaku diminta Presiden Jokowi menjadi menteri di bidang pertahanan. Rival Jokowi pada Pilpres 2019 itu memastikan Gerindra memperoleh jatah dua kursi menteri. Itu artinya, Gerindra kini merapat ke kubu pemerintah.

Berbeda dengan Gerindra, PKS akan tetap berada di luar pemerintahan dan menjadi bersikap sebagai oposisi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan, PKS tetap menjadi oposisi sebagai bentuk tanggung jawab PKS kepada konstituennya yang ingin adanya kekuatan penyeimbang pemerintah.

"Insya Allah oposisi akan membuat demokrasi kita tumbuh sehat, secara etika dan logika. Kami juga bertanggung jawab kepada konstituen yang memilih kami untuk berada di luar pemerintahan," ujar Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.