Jadi Menteri Lagi, Yasonna Mengaku Diminta Jokowi Pangkas Aturan Penghambat Investasi

Kompas.com - 22/10/2019, 17:56 WIB
Mantan Menkumham sekaligus Politisi PDI-P Yasonna Laoly usai menemui Presiden Joko Widodo membicarakan posisi menteri KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMMantan Menkumham sekaligus Politisi PDI-P Yasonna Laoly usai menemui Presiden Joko Widodo membicarakan posisi menteri
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dipastikan menjadi menteri lagi di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Yasonna mengaku diminta Jokowi untuk memangkas aturan-aturan yang bisa menghambat investasi.

"Saya ditugaskan untuk merevisi, menderegulasi peraturan-peraturan supaya betul tidak tumpang tindih, supaya tidak menghambat investasi," kata Yasonna di usai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Baca juga: Yasonna Laoly: Sebaiknya Jokowi Jangan Terbitkan Perppu KPK

Yasonna enggan menjawab secara gamblang apakah ia akan menjadi Menkumham lagi atau diberi jabatan lain.

"Itu yang didiskusikan, saya betul mengapresiasi kepercayaan presiden kepada saya untuk bekerja," jawab anggota DPR ini.

Baca juga: Kenakan Kemeja Putih, Yasonna Laoly Tampak di Istana

Sementara saat ditanya soal peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk mencabut UU KPK hasil revisi, Yasonna enggan berkomentar. Sebab, tidak ada pembahasan terkait hal itu dengan Presiden.

"Ini konsentrasi tugas-tugas pembangunan hukum," ujarnya.

Politisi PDI-P ini juga menyatakan, ia akan segera mundur dari posisinya sebagai anggota DPR.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X