Menanti Peran Kiai Ma’ruf Amin

Kompas.com - 22/10/2019, 11:33 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam pertemuan itu, Wapres Jusuf Kalla memberikan informasi mengenai tugas, fasilitas serta masalah-masalah yang harus diselesaikan sebagai Wakil Presiden kepada KH Maruf Amin yang akan menjabat mulai 20 Oktober 2019 mendatang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayWakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam pertemuan itu, Wapres Jusuf Kalla memberikan informasi mengenai tugas, fasilitas serta masalah-masalah yang harus diselesaikan sebagai Wakil Presiden kepada KH Maruf Amin yang akan menjabat mulai 20 Oktober 2019 mendatang. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

 

Ia wajib mengimplementasikan prinsip dasar kemajemukan NU: tasamuh, tawassuth, tawazun supaya paham-paham radikal dapat diminimalisir.

Di samping itu ia juga harus membayar keraguan beberapa kalangan akan sikap keagamaannya yang dianggap eksklusif – merujuk pada beberapa fatwa yang pernah ia keluarkan seperti “ahmadiyah sesat dan menyesatkan” selama ia menjabat sebagai ketua komisi fatwa MUI (2001-2007) dan kontroversinya dalam kasus Ahok (Tirto, 23/08/2018).

Karena itu, keraguan-keraguan tersebut harus dibayar tuntas dengan menghadirkan kembali kesejukan dan harmoni kehidupan beragama.

Dua persoalan tersebut (korupsi dan radikalisme) hanyalah sekelumit tugas berat bagi kepemimpinan baru di samping persoalan lainnya semisal instabilitas papua, ekploitasi alam secara berlebihan, serta turunnya indeks demokrasi dalam hal kebebasan berpendapat dan ruang ekspresi publik.

Masalah-masalah tersebut merupakan masalah berkepanjangan yang tak kunjung selesai.

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin bagaimanapun mesti disambut optimis.

Dari berbagai kekurangan yang diperlihatkan Jokowi di periode pertamanya, kehadiran Ma’ruf Amin diharapkan bisa menutupi kekurangan tersebut.

Dengan memetakan beberapa persoalan negara yang paling krusial untuk dikerjakan vis a vis sejalan dengan misi NU, maka idealnya, di pemerintahan yang baru, KH Ma’ruf Amin bisa memainkan peran yang lebih besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Jika Gus Dur mampu merajut kembali tali persatuan antar anak bangsa yang sempat terkoyak pasca-munculnya berbagai gejolak di sepanjang transisi reformasi, maka kontribusi yang sama, dengan rupa kondisi serta kompleksitas yang berbeda akan ditunggu-tunggu melalui gebrakan KH Ma’ruf Amin.

Apakah KH Ma’ruf Amin akan mampu menjawab tantangan yang kini sedang umat hadapi melaui pengimplementasian nilai-nilai NU tersebut di atas?

Wallahu a’lam bishawab

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kalung Antivirus, Menko PMK Sebut Perlu Ada Uji Klinis

Soal Kalung Antivirus, Menko PMK Sebut Perlu Ada Uji Klinis

Nasional
Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

Tangani Covid-19, Menko PMK Ingin Keterlibatan Perguruan Tinggi Lebih Kuat

Nasional
PN Jaksel Kembali Gelar Sidang PK yang Diajukan Djoko Tjandra Hari Ini

PN Jaksel Kembali Gelar Sidang PK yang Diajukan Djoko Tjandra Hari Ini

Nasional
UPDATE 6 Juli: 1.137 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 752 Sembuh

UPDATE 6 Juli: 1.137 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 752 Sembuh

Nasional
Anggota Komisi IX DPR Ragukan Efektivitas Kalung Eucalyptys Antivirus Corona

Anggota Komisi IX DPR Ragukan Efektivitas Kalung Eucalyptys Antivirus Corona

Nasional
Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

Kekecewaan Masyarakat terhadap DPR atas Penundaan Pembahasan RUU PKS

Nasional
63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

63.749 Kasus Covid-19 di Indonesia, Persentase Kematian Lebih Tinggi Dibanding Global

Nasional
Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

Gugus Tugas: Pakai Masker dengan Benar, Tekan Penularan Covid-19 hingga 50 Persen

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

[POPULER NASIONAL] Prediksi Menteri Tak Kena Reshuffle | Kasus Positif Covid-19 Bertambah 1.607 Orang

Nasional
Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

Wakil Ketua KPK Minta Erick Thohir Laporkan Kasus Korupsi yang Libatkan BUMN

Nasional
Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

Masyarakat Minta DPR Segera Bahas dan Sahkan RUU PKS

Nasional
Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

Cegah Covid-19, Pesepeda Disarankan Tak Berkelompok Lebih dari Lima Orang

Nasional
RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

RUU PKS Ditarik dari Prolegnas Prioritas di Saat Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

Nasional
Masyarakat Sipil Kecewa RUU PKS Bakal Ditarik dari Prolegnas 2020

Masyarakat Sipil Kecewa RUU PKS Bakal Ditarik dari Prolegnas 2020

Nasional
Jala PRT: Pekerja Rumah Tangga Soko Guru Ekonomi yang Luput Perhatian

Jala PRT: Pekerja Rumah Tangga Soko Guru Ekonomi yang Luput Perhatian

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X