Sofyan Basir Sayangkan Proyek PLTU Riau-1 Tertunda Gara-gara KPK

Kompas.com - 21/10/2019, 16:26 WIB
Kompas TV Pengucapan sumpah jabatan presiden dan wakil presiden telah dilakukan oleh Jokowi -Ma' Ruf Amin. Harapan untuk memberikan hasil yang lebih baik tentu diinginkan oleh masyarakat. Tidak terkecuali oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo pun berharap agar Jokowi bisa meneruskan tugasnya yang sudah dilakukan selama 5 tahun terakhir. Saat pelantikan Jokowi mengungkapkan prioritasnya yang akan dilakukan selama 5 tahun ke depan yakni di mulai dari pengembangan SDM hingga kemudahan birokrasi. Dengan begitu diharapkan Jokowi dan Ma'ruf Amin dapat melaksanakan tugasnya untuk membangun negeri Indonesia maju. #JokowiMaruf #PelantikanPresiden #BambangSoesatyo

Sehingga dapat menurunkan harga pokok produksi listrik di wilayah Riau sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.

"Kini semua rencana dan cita-cita besar negara tersebut telah layu dan harus dikubur dengan ( KPK) menuduh saya telah melakukan pembantuan," kata Sofyan.

Sofyan menilai, jajaran PT PLN menjadi tak bersemangat dan takut karena dampak psikologis atas dirinya yang dijerat oleh KPK.

Baca juga: Mantan Dirut PLN Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Penjara

Dalam perkara ini, Sofyan dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara ini.

Sofyan juga dituntut membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh jaksa KPK.

Menurut jaksa, Sofyan Basir terbukti membantu transaksi suap dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Sofyan Basir dinilai memfasilitasi kesepakatan proyek hingga mengetahui adanya pemberian uang.

Adapun transaksi suap tersebut berupa pemberian uang sekitar Rp 4,75 miliar kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.

Uang tersebut diberikan oleh pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Baca juga: Tuntutan 5 Tahun Penjara, Terkejutnya Sofyan Basir dan Keyakinan Jaksa

Menurut jaksa, Sofyan memfasilitasi pertemuan antara Eni, Idrus, dan Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited dengan jajaran direksi PT PLN.

Hal itu untuk mempercepat proses kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau 1.

Kesepakatan kerja sama itu antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo. 

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X