Airlangga Hartarto: Insya Allah Masuk Kabinet Lagi...

Kompas.com - 21/10/2019, 14:04 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ikut hadir di Istana, Senin (21/10/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ikut hadir di Istana, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto turut hadir di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019).

Airlangga yang juga Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla mengakui, ditunjuk kembali sebagai menteri. Namun ia belum mengungkapkan posisinya di kabinet jilid II.

"Insya Allah (masuk kabinet lagi), nanti diumumkan Rabu besok," kata Airlangga.

Baca juga: Airlangga Instruksikan Kader Golkar Kawal 5 Program Utama Jokowi

Airlangga menyebut, selain dirinya ada sejumlah kader Golkar lain yang juga menjadi menteri. Namun ia belum mau mengungkap nama-namanya.

Saat ditanya posisinya yang rangkap jabatan Ketum Golkar dan menteri, Airlangga tak menjawab dan langsung menyudahi wawancara.

"Baik, terimakasih ya," kata dia.

Pengamatan Kompas.com, kedatangan Airlangga di Istana tidak terpantau oleh media yang menunggu di pintu masuk depan jalan Veteran.

Baca juga: Nasdem Tidak Keberatan PDI-P Minta Banyak Jatah Menteri, Tapi...

Hal ini tidak seperti tokoh lain yang terpantau ketika masuk. Tidak diketahui apakah Airlangga masuk melalui pintu Jalan Veteran atau lewat pintu lainnya.

Sejumlah tokoh yang sudah dipanggil Presiden Jokowi, Senin ini, yakni Mahfud MD, Nadiem Makarim, Chirstiany Tetty Paruntu, Erick Thohir, Wishnutama dan Jenderal Tito Karnavian. 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPAI Sebut Ada Anak Terlibat Demonstrasi akibat Provokasi di Medsos

KPAI Sebut Ada Anak Terlibat Demonstrasi akibat Provokasi di Medsos

Nasional
Lebih dari 70.000 Kasus DBD di Indonesia, Penanganannya Terhambat Covid-19

Lebih dari 70.000 Kasus DBD di Indonesia, Penanganannya Terhambat Covid-19

Nasional
Yuri: Rapid Test Hanya Dijadikan Pedoman 'Contact Tracing'

Yuri: Rapid Test Hanya Dijadikan Pedoman 'Contact Tracing'

Nasional
Pemerintah: Kapasitas Tempat Rawat Pasien Covid-19 Tak Terisi 100 Persen

Pemerintah: Kapasitas Tempat Rawat Pasien Covid-19 Tak Terisi 100 Persen

Nasional
Kepala BNPT: Kita Berupaya agar Radikalisme Tak Mendominasi Ruang Publik

Kepala BNPT: Kita Berupaya agar Radikalisme Tak Mendominasi Ruang Publik

Nasional
Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 28 Provinsi, Jatim Catat 353 Kasus Baru

Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 28 Provinsi, Jatim Catat 353 Kasus Baru

Nasional
Iseng, Motif 2 Tersangka Penyebar Hoaks Ajakan Tarik Uang dari Bank

Iseng, Motif 2 Tersangka Penyebar Hoaks Ajakan Tarik Uang dari Bank

Nasional
Sambangi KPK, Ketua KY Bahas Pertukaran Data Hakim

Sambangi KPK, Ketua KY Bahas Pertukaran Data Hakim

Nasional
UPDATE 3 Juli: ODP Covid-19 Jadi 38.767 Orang, PDP 13.609

UPDATE 3 Juli: ODP Covid-19 Jadi 38.767 Orang, PDP 13.609

Nasional
UPDATE 3 Juli: Sudah 871.436 Spesimen Diperiksa dari 519.970 Orang

UPDATE 3 Juli: Sudah 871.436 Spesimen Diperiksa dari 519.970 Orang

Nasional
Kasus Covid-19 Rekor Tertinggi, Bamsoet Minta Pemerintah Perketat PSBB

Kasus Covid-19 Rekor Tertinggi, Bamsoet Minta Pemerintah Perketat PSBB

Nasional
UPDATE 3 Juli: Tambah 901 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 27.568

UPDATE 3 Juli: Tambah 901 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 27.568

Nasional
UPDATE 3 Juli: Pasien yang Meninggal akibat Covid-19 Mencapai 3.036

UPDATE 3 Juli: Pasien yang Meninggal akibat Covid-19 Mencapai 3.036

Nasional
Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoaks Terkait Ajakan Penarikan Dana Bank

Polisi Tangkap 2 Penyebar Hoaks Terkait Ajakan Penarikan Dana Bank

Nasional
Keterbatasan Informasi yang Inklusif, Anak Penyandang Disabilitas Sulit Memahami Protokol Kesehatan

Keterbatasan Informasi yang Inklusif, Anak Penyandang Disabilitas Sulit Memahami Protokol Kesehatan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X