Dilantik untuk Kedua Kalinya Jadi Presiden, Jokowi Sebut Tak Ada Persiapan Khusus

Kompas.com - 20/10/2019, 15:23 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyapa warga saat diarak menggunakan kereta kencana ketika berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014). KOMPAS/PRIYOMBODOPresiden Republik Indonesia Joko Widodo menyapa warga saat diarak menggunakan kereta kencana ketika berada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2014).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengaku perasaannya biasa saja di hari pelantikannya sebagai Presiden 2019-2024. Jokowi merasa tak ada yang spesial karena pada 5 tahun lalu ia juga sudah mengalami hal yang sama.

"Lima tahun yang lalu kan saya sudah mengalami (pelantikan sebagai presiden)," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Minggu (20/10/2019), sebelum berangkat ke gedung DPR/MPR.

Jokowi juga mengaku tak ada persiapan khusus jelang pelantikannya. Pagi hari sebelum pelantikan, Jokowi sempat menerima sejumlah kepala negara sahabat.

Baca juga: Warna Partai Politik ala Anggota MPR Hiasi Pelantikan Jokowi-Maruf

Ia juga bahkan masih sempat momong cucu sesaat sebelum berangkat ke lokasi pelantikan di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

"Jadi sekarang ini ya biasa saja. Pagi ya tadi rutin biasa," kata dia.

Jokowi sendiri memang meminta agar pelantikannya hari ini tidak dirayakan berlebihan. Ia juga melarang relawan untuk menggelar karnaval budaya dan arak-arakan.

"Ya karena ini sudah yang kedua. Yang paling penting saya kira setelah pelantikan, yang paling penting kita kerja bersama. Kerja bersama-sama membawa negara ini pada sebuah Indonesia maju," kata dia.

Baca juga: Hanya Sedah Mirah yang Ikut Pelantikan Jokowi, Ke Mana Jan Ethes?

Jokowi memastikan siap tancap gas usai dilantik bersama Ma'ruf Amin. Susunan kabinet juga sudah rampung dan akan diumumkan pada Senin besok.

"Sudah rampung. Sudah selesai. Nanti, besok pagilah. Nanti saya kenalkan besok pagi," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Akui Ada Polisi yang Diberi Sanksi Etik karena Pamer Kemewahan

Polri Akui Ada Polisi yang Diberi Sanksi Etik karena Pamer Kemewahan

Nasional
Bamsoet Jamin Tetap 'All Out' Dukung Jokowi jika Jadi Ketua Umum Golkar

Bamsoet Jamin Tetap "All Out" Dukung Jokowi jika Jadi Ketua Umum Golkar

Nasional
Jelang HUT OPM, Tim Intelijen Polri Analisis Peta Kerawanan di Papua

Jelang HUT OPM, Tim Intelijen Polri Analisis Peta Kerawanan di Papua

Nasional
Apkasi Ingatkan Pemerintah Berhati-hati soal Rencana ASN Kerja dari Rumah

Apkasi Ingatkan Pemerintah Berhati-hati soal Rencana ASN Kerja dari Rumah

Nasional
Tak Kerja Full Time, Staf Khusus Jokowi Dapat Gaji Rp 51 Juta

Tak Kerja Full Time, Staf Khusus Jokowi Dapat Gaji Rp 51 Juta

Nasional
Menpan-RB Tegaskan Gaji ASN Tak Dipangkas meski Kerja dari Rumah

Menpan-RB Tegaskan Gaji ASN Tak Dipangkas meski Kerja dari Rumah

Nasional
Jika Dihidupkan Lagi, KKR Diharapkan Dapat Ungkap Pelanggaran HAM Berat Suatu Rezim

Jika Dihidupkan Lagi, KKR Diharapkan Dapat Ungkap Pelanggaran HAM Berat Suatu Rezim

Nasional
Pengamat: Aklamasi Bukan Tradisi Munas Golkar

Pengamat: Aklamasi Bukan Tradisi Munas Golkar

Nasional
Menpan RB Dukung ASN Kerja di Rumah, asal Kinerja Tetap Maksimal

Menpan RB Dukung ASN Kerja di Rumah, asal Kinerja Tetap Maksimal

Nasional
Pencegahan Radikalisme Jadi Materi Bimbingan Pranikah

Pencegahan Radikalisme Jadi Materi Bimbingan Pranikah

Nasional
Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Wajib Lapor Kekayaan? Ini Kata KPK

Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Wajib Lapor Kekayaan? Ini Kata KPK

Nasional
Politisi Golkar Nilai Masa Jabatan Presiden 3 Periode Bisa Ciptakan Otoritarian

Politisi Golkar Nilai Masa Jabatan Presiden 3 Periode Bisa Ciptakan Otoritarian

Nasional
Polri Sebut Akan Copot Firli Bahuri Sebelum Dilantik sebagai Ketua KPK

Polri Sebut Akan Copot Firli Bahuri Sebelum Dilantik sebagai Ketua KPK

Nasional
KBRI Kuala Lumpur Belum Dengar Ada Penusukan terhadap Suporter Indonesia

KBRI Kuala Lumpur Belum Dengar Ada Penusukan terhadap Suporter Indonesia

Nasional
Tokoh Senior Golkar Nilai Partai Lain Sulit Punya Kandidat Ketum Lebih dari Satu

Tokoh Senior Golkar Nilai Partai Lain Sulit Punya Kandidat Ketum Lebih dari Satu

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X