Jokowi Didesak Ungkap Kasus 13 Orang yang Hilang di Era 97/98

Kompas.com - 18/10/2019, 16:53 WIB
Paian Siahaan (tengah), ayah dari Ucok Munandar Siahaan, mahasiswa yang menjadi korban penculikan paksa sebelum reformasi saat konferensi pers di kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaPaian Siahaan (tengah), ayah dari Ucok Munandar Siahaan, mahasiswa yang menjadi korban penculikan paksa sebelum reformasi saat konferensi pers di kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Paian Siahaan mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk segera mengungkap kasus hilangnya putranya dan 12 orang lain di era 1997/1998.

Paian adalah ayah dari Ucok Munandar Siahaan, mahasiswa yang menjadi korban penculikan paksa sebelum reformasi. Hingga kini, Paian tak pernah melihat atau mendengar kabar dari putranya lagi.

"Karena ini adalah sudah masalah nasional dan masalah internasional karena itu adalah salah satu tugas dari pemerintah, Pak Jokowi tidak boleh mengabaikan begitu saja bahwa sampai hari ini 13 orang yang hilang itu kan belum ditemukan," kata Paian dalam konferensi pers di kantor Amnesty Internasional Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Baca juga: Ikatan Keluarga Orang Hilang Minta Jokowi Tak Libatkan Prabowo di Pemerintahan

Paian berharap ada informasi yang jelas yang diberikan Jokowi terkait putranya. Sebab, sampai saat ini, Paian tak tahu apakah Ucok masih hidup atau sudah tiada.

Hal ini menjadi beban tersendiri bagi Paian dan keluarga.

"Kalau memang sudah tidak ada, ini akan ada secara administrasi kenegaraan ini harus ditentukan dia sudah meninggal karena sampai sekarang ini kan statusnya itu masih ada di kartu keluarga. Artinya itu menjadi beban secara moral buat kami sebagai orang tua yang selalu terlihat di dalam kartu keluarga, kapan dia status hukumnya jelas," ujar Paian.

Baca juga: Panitia Umumkan Identitas Orang Hilang setelah Reuni Akbar 212 Berakhir

Paian mengaku, di era pemerintahan Jokowi yang pertama, ia sudah bertemu dengan Kepala Negara sebanyak dua kali.

Di hadapan Jokowi, Paian mengutarakan permintaannya untuk mendapat kejelasan dari nasib putranya.

Saat itu, ia juga bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan sejumlah menteri terkait.

Namun, hingga saat ini, Jokowi dan jajaran pemerintahan belum mampu menjawab permintaan Paian.

Baca juga: Fadli Zon Jenuh Hadapi Isu Orang Hilang

Padahal, DPR sudah merekomendasikan beberapa hal untuk Jokowi dan pemerintah mengusut kasus tersebut.

"Meskipun telah dijanji-janjikan, kami sampai akhir periode pertama itu kan belum ada kebijakan yang tuntas untuk mengatakan bahwa 13 orang yang hilang itu telah meninggal atau 13 orang yang hilang itu statusnya seperti apa," ujar Paian.

Oleh karenanya, Paian mendesak Jokowi di pemerintahan keduanya dapat merealisasikan janji untuk mengugkap kasus yang menimpa putranya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X