Jokowi Minta Maaf ke Menteri karena Sering Telepon Tengah Malam

Kompas.com - 18/10/2019, 15:49 WIB
Presiden Joko Widodo menggelar silaturahim perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja. Acara silaturahim digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019).   Sebelum acara dimulai, Jokowi-JK dan para menteri terlebih dahulu berfoto di tangga Istana Merdeka. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo menggelar silaturahim perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja. Acara silaturahim digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/10/2019). Sebelum acara dimulai, Jokowi-JK dan para menteri terlebih dahulu berfoto di tangga Istana Merdeka.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta maaf kepada para menteri Kabinet Kerja. Permintaan maaf itu disampaikan Jokowi saat acara perpisahan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla serta seluruh menteri dan kepala lembaga, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Acara perpisahan itu dikemas santai sambil makan siang dan diiringi alunan musik yang dimainkan oleh Elek Yo Band, sebuah grup musik yang beranggotakan para menteri Kabinet Kerja.

"Mohon maaf mungkin dalam lima tahun ini kita baru bertemu agak santai mungkin hanya hari ini. Pas akhir-akhir ini kita baru bertemu dan ada yang nyanyi. Biasanya kalau ketemu isinya kalau enggak ratas (rapat terbatas), paripurna," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta maaf karena kerap mengganggu waktu istirahat anak buahnya.

Baca juga: Gelar Acara Perpisahan, Jokowi-JK dan Para Menteri Berfoto di Tangga Istana

Kerap kali saat sudah bukan jam kerja, Jokowi masih mengganggu jajarannya dengan urusan pekerjaan.

"Saya juga mohon maaf saya ganggu tengah malam enggak sekali-dua kali ke Pak Tito, Kepala BIN, Menteri," kata Jokowi.

"Bu Menkeu tengah malam pernah saya telepon. Bu Retno pernah tengah malam saya telepon. Pak Basuki juga sama. Ya itulah gangguan-gangguan yang sering saya lakukan karena negara ini memerlukan kerja kita semuanya," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta maaf karena kerap mengambil alih langsung tugas yang harusnya dilakukan oleh para menteri.

Baca juga: Tjahjo Kumolo: Mohon Maaf, Ini Pamitan Saya Resmi...

Jokowi mengakui ia kerap berkomunikasi langsung dengan anak buah menteri.

"Terakhir kemarin saya terpaksa harus melompat perintah langsung ke Danko Marinir, ke Kasad, karena keperluannya sangat mendesak. Hal-hal seperti itu harus saya kerjakan," kata Jokowi.

"Mungkin saya panggil dirut tanpa harus beritahu Menteri BUMN atau panggil Dirjen tanpa lewat menteri. Karena sangat mendesak, informasi yang dibutuhkan, tengah malam, pagi, subuh. Karena kita diberi tanggung jawab kelola 260 juta jiwa di negara kita," ujar dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X