PPP Serahkan soal Jatah Menteri Sepenuhnya kepada Jokowi

Kompas.com - 18/10/2019, 13:07 WIB
Sekjen PPP Arsul Sani KOMPAS.com/HaryantipuspasariSekjen PPP Arsul Sani
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen PPP Arsul Sani menyatakan partainya menyerahkan sepenuhnya penetapan menteri kepada presiden terpilih Joko Widodo.

Arsul menilai, dalam penyusunan kabinet, Jokowi merupakan pihak yang paling berwenang menentukan formasi.

Karena itu, terkait jatah menteri untuk PPP, ia memasrahkan sepenuhnya kepada Jokowi.

Baca juga: Menteri dari Parpol Dinilai Persulit Jokowi Ambil Kebijakan Pro Rakyat

Arsul menilai masing-masing partai memiliki cara yang berbeda dalam mengomunikasikan ke publik ihwal penyusunan kabinet.

"Soal menteri PPP menyerahkan saja kepada Pak Jokowi. Kami bersikap tidak ingin mempublikasikannya kepada publik sebagai penghormatan terhadap hak prerogatif Presiden terpilih," kata Arsul melalui pesan singkat, Jumat (18/10/2019).

"PPP ya beda pendekatannya," lanjut Arsul.

Joko Widodo-Ma'ruf Amin bakal dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia 2019-2024, Minggu (20/10/2019).

Namun, hingga kini Jokowi masih menutup rapat informasi mengenai siapa saja yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II.

Baca juga: Bukan Perppu, Ini Usul PPP ke Jokowi demi Selesaikan Polemik UU KPK

Jokowi melalui akun Twitter-nya menyebutkan, susunan kabinet telah rampung. Namun, dia akan mengumumkan usai pelantikan presiden dan wakil presiden.

"Yang jelas, susunan kabinet sudah rampung. Saya umumkan segera setelah pelantikan presiden pada 20 Oktober, bisa hari yang sama, atau setelahnya," tulis Jokowi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X