Jokowi-Surya Paloh Bertemu Kemarin, Nasdem: Supaya Presiden Ambil Keputusan dengan Benar

Kompas.com - 17/10/2019, 19:07 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di kampus Akademi Bela Negara Nasdem, di Pancoran, Selasa (16/7/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di kampus Akademi Bela Negara Nasdem, di Pancoran, Selasa (16/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengakui adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/10/2019) malam kemarin.

Menurut Johnny, pertemuan Jokowi dan Surya Paloh membahas tentang perkembangan politik yang sedang menjadi sorotan masyarakat.

"Iya benar (Surya Paloh dan Jokowi bertemu). Presiden diskusi lagi dengan partai pengusungnya kan baik lah karena masyarakat berspekulasinya luar biasa, manuver dan akrobatik politik yang berkembang recently juga luar biasa," kata Johnny saat dihubungi, Kamis (17/10/2019).

"Presiden perlu bertemu supaya ambil keputusan dengan benar," sambungnya.

Baca juga: Pertemuan Surya Paloh-Prabowo Subianto dan Irama Koalisi Jokowi...

Johnny mengatakan, Jokowi dan Paloh juga membahas kerja sama politik yang melibatkan Partai Gerindra.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).KOMPAS.com/Haryantipuspasari Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

"Kemarin ketum NasDem banyak diskusinya dengan presiden khususnya terkait kerjasama politik di luar kabinet bersama partai-partai lain termasuk Gerindra. Dengan Prabowo yang berkunjung kan kerja sama politik kebangsaan itu," ujarnya.

Johnny menegaskan, pertemuan itu tidak membahas soal susunan kabinet kerja jilid II. Ia mengatakan, pemilihan menteri kabinet kerja adalah hak prerogatif presiden.

"Bukan urusan kabinet itu, Kabinet itu urusan pemerintahan Pak Jokowi. Presiden juga minta masukan-masukan dari proses akhir kabinetnya, bukan hanya anggota kabinetnya. Struktur kabinetnya juga didiskusikan," tuturnya.

Baca juga: Soal Pertemuan Prabowo dengan Surya Paloh, Apa yang Mereka Bahas?

Terkait peluang partai di luar pemerintah untuk bergabung ke koalisi pemerintah, ia menyerahkan keputusan akhir kepada Jokowi.

Menurut Johnny, presiden tentu akan melihat visi dan misi partai tersebut sebelum akhirnya ditarik masuk ke koalisi.

"Apa sih yang jadi pertimbangan Pak Jokowi? Pasti pertimbangan beliau adalah visi misi yang diterima rakyat adalah punya saya (presiden) jadi kalau masuk ya terima visi misi saya. Jangan bawa visi misi baru. Bukan parpol, profesional yang lain juga. Kan ini sudah dikampanyekan oleh kami," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X