Kalla Kritik Pengeras Suara Masjid yang Jelek

Kompas.com - 17/10/2019, 15:10 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla meletakkan batu pertama pembangunan Masjid At Tanwir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah. KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIMWakil Presiden Jusuf Kalla meletakkan batu pertama pembangunan Masjid At Tanwir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengkritik soal pengeras suara masjid yang tidak jelas suaranya.

Menurut Kalla, pengeras suara yang bermasalah membuat jemaah justru tak mendengarkan khotbah dari masjid. 

"Kalau masjid seperti itu, lebih berpahala sopir angkot dibanding khatibnya. Kalau sopir angkot liar dan cepat, semua penumpangnya bilang astaghfirullah, tetapi kalau sound system masjid jelek, orang ketiduran," kata Kalla dalam peletakan batu pertama Masjid At Tanwir di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Usai Bertemu Kalla, Bamsoet Pastikan Tak Jadikan MPR Lembaga Tertinggi

Oleh karena itu, menurut Kalla, yang paling perlu diperhatikan dalam pembangunan masjid yakni sound system-nya. 

Suaranya harus jernih dan memerlukan teknisi khusus untuk memasangnya. 

"80 persen waktu di masjid itu untuk mendengarkan. Karena yang paling pokok di seluruh masjid itu sound system-nya harus baik. Jangan dipasang sembarangan. Harus jernih, perlu teknisi. Ini saya bicara sebagai ketua DMI, bukan wapres," ujar dia. 

Kalla juga menyampaikan, jika pengeras suara tak jelas, hilang waktu jemaah untuk mendengarkan ceramah.

Kalla pun berharap Masjid At Tanwir yang berada di dalam Gedung Pusat Dakwah Muhamadiyah memperhatikan masalah pengeras suara tersebut agar jemaah bisa mendengar ceramah secara jelas.

Baca juga: Pamit di Acara Trade Expo Indonesia, Jusuf Kalla Disambut Tepuk Tangan

Di samping itu, Kalla berharap keberadaan Masjid At Tanwir bisa turut menyejahterakan masyarakat di sekitarnya.

Karena, kata Kalla, bukan hanya masjid yang harus dimakmurkan, tetapi masyarakat di sekitar masjid juga harus makmur.

"Kita harus memang mempengaruhi masjid seperti itu. Yang lebih baik, mengajarkan kedamaian yang sejuk, yang baik dan juga menggerakkan masyarakat kepada hal-hal yang positif. Itu harapan kita," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewas KPK Terima 105 Pengaduan Terkait Pelaksanaan Tugas dan Wewenang KPK

Dewas KPK Terima 105 Pengaduan Terkait Pelaksanaan Tugas dan Wewenang KPK

Nasional
Jokowi Kembali Sentil Kinerja Para Menteri, PKB: Situasi Pandemi Covid-19 Dilematik

Jokowi Kembali Sentil Kinerja Para Menteri, PKB: Situasi Pandemi Covid-19 Dilematik

Nasional
'DPR Paling Gampang Diserang Siapa Pun, dari Penjuru Mana Pun'

"DPR Paling Gampang Diserang Siapa Pun, dari Penjuru Mana Pun"

Nasional
Mendes: Dana Desa untuk PKTD Dapat Atasi Pengangguran Terbuka di Desa

Mendes: Dana Desa untuk PKTD Dapat Atasi Pengangguran Terbuka di Desa

Nasional
Bobby Umumkan Kelahiran Cucu Keempat Jokowi

Bobby Umumkan Kelahiran Cucu Keempat Jokowi

Nasional
Ini Alasan Dewan Pengawas KPK Gelar Sidang Etik Tertutup

Ini Alasan Dewan Pengawas KPK Gelar Sidang Etik Tertutup

Nasional
Kementerian Perekonomian Bantah Draf RUU Cipta Kerja Disusun Pihak Swasta

Kementerian Perekonomian Bantah Draf RUU Cipta Kerja Disusun Pihak Swasta

Nasional
Peneliti Ini Sebut Mayoritas Kandidat Dinasti Politik Menang di 3 Pilkada Terakhir

Peneliti Ini Sebut Mayoritas Kandidat Dinasti Politik Menang di 3 Pilkada Terakhir

Nasional
Kritik RUU Cipta Kerja, Arteria Dahlan: Jangan-jangan yang Buat Pihak Swasta

Kritik RUU Cipta Kerja, Arteria Dahlan: Jangan-jangan yang Buat Pihak Swasta

Nasional
Angka Kesembuhan 14 Daerah Ini di Bawah Rata-rata Nasional, Satgas Covid-19 Minta Peningkatan Layanan Kesehatan

Angka Kesembuhan 14 Daerah Ini di Bawah Rata-rata Nasional, Satgas Covid-19 Minta Peningkatan Layanan Kesehatan

Nasional
Disorot Ombudsman soal Komisaris Rangkap Jabatan, Ini Kata Kementerian BUMN

Disorot Ombudsman soal Komisaris Rangkap Jabatan, Ini Kata Kementerian BUMN

Nasional
Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 di Indonesia Masih Lampaui Persentase Global

Satgas: Angka Kematian akibat Covid-19 di Indonesia Masih Lampaui Persentase Global

Nasional
Perludem: Ada Potensi Calon Tunggal di 31 Daerah Penyelenggara Pilkada

Perludem: Ada Potensi Calon Tunggal di 31 Daerah Penyelenggara Pilkada

Nasional
Agustus Ini, Dewan Pengawas KPK Gelar Sidang Etik

Agustus Ini, Dewan Pengawas KPK Gelar Sidang Etik

Nasional
Alasan Jokowi dan Menteri Lepas Masker saat Rapat Penanganan Covid-19

Alasan Jokowi dan Menteri Lepas Masker saat Rapat Penanganan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X