Tjahjo Kumolo: Saya Sudah Tidak Punya Beban...

Kompas.com - 15/10/2019, 19:53 WIB
Mendagri sekaligus Plt Menkumham, Tjahjo Kumolo di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019). KOMPAS.COM/WALDA MARISONMendagri sekaligus Plt Menkumham, Tjahjo Kumolo di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla memasuki  pekan terakhir. 

Jabatan Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pun segera berakhir.

Pada penghujung masa jabatannya, Tjahjo ditunjuk Jokowi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Hukum dan HAM.

Mendapat kepercayaan beberapa kali dari Jokowi dalam lima tahun ini, Tjahjo pun mengungkapkan syukurnya.

"Saya alhamdulillah berterima kasih diberikan kepercayaan oleh partai yang menugaskan saya membantu Pak Jokowi di kabinet," kata Tjahjo kepada Kompas.com, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Tjahjo Kumolo Minta Polisi Cepat Ungkap Kasus Penusukan Wiranto

Selama pemerintahan Jokowi-Kalla, selain menjadi Mendagri dan Menkumham, Tjahjo pernah dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Ketua Kompolnas.

Dari semua tugas yang diberikan kepadanya itu, Tjahjo mengaku menikmati dan menjalaninya dengan kemampuan yang dimilikinya.

"Semua kita nikmati tugas. (Sekarang) saya sudah tidak punya beban, tidak ada tanggungan lagi. Yang penting saya sehat, saya mampu bekerja, bisa berbuat sesuai aturan dan mekanisme hukum yang ada," ucap dia.

Tjahjo pun hanya pasrah terhadap keputusan partai terkait kemungkinan ia kembali menjadi menteri pada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Ia mengaku siap jika diberi tugas jadi menteri, ataupun tak jadi menteri lagi. 

"Soal nanti itu kewenangan presiden, mau menugaskan lagi ya, saya siap, tidak pun saya siap. Setidaknya selama 5 tahun ini kami sudah semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan, kelemahan, kekurangan saya," ucap Tjahjo. 

Baca juga: Airlangga Tak Tegas soal Wacana Gerindra Masuk Kabinet

Dia pun berharap, pada periode kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf nanti, keduanya terbuka terhadap saran dan kritik dari masyarakat.

"Apa pun Pak Jokowi-Ma'ruf dipilih oleh rakyat, yang besok akan dilantik. Sebagai bangsa dan negara demokrasi harus menjunjung proses pelantikan sampai (bertugas) lima tahun ke depan. Saya yakin Pak Jokowi terbuka dengan saran, kritik. Asal tidak fitnah, menghujat, saya rasa semua orang punya hak untuk terima saran," tutup dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X