Mardani Ali Sera: PKS Berharap Tak Jadi Oposisi Sendirian

Kompas.com - 15/10/2019, 15:13 WIB
Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera berharap, PKS tidak sendirian menjadi pihak oposisi.

Ia mengatakan, pemerintahan yang kuat memerlukan kehadiran oposisi sebagai penyeimbang demokrasi.

"Harapannya tentu tidak sendiri (jadi oposisi). Pemerintah yang kuat perlu oposisi yang kuat," kata Mardani kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Tiba-tiba Prabowo Potong Jawaban Surya Paloh Saat Ditanya soal Gerindra Jadi Oposisi atau Ikut Pemerintah

Mardani mengatakan, PKS berharap partai pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pemilu 2019, yaitu Partai Gerindra, Demokrat, dan PAN, tetap berada di luar pemerintah.

"Dan tetap berdoa agar partai Pendukung Prabowo-Sandi bersama dalam oposisi. Etika dan logika politik sangat baik pendukung Prabowo-Sandi bersama dalam oposisi," ujar dia.

Mardani mengatakan, PKS mengapresiasi silaturahim Presiden Joko Widodo dengan pimpinan parpol.

Menurut dia, PKS belum akan bertemu Presiden Jokowi. Namun, jika bertemu presiden, PKS akan menyampaikan sikap tegasnya, yaitu menjadi pihak oposisi.

"Tapi sikap oposisi juga disampaikan saat pertemuan dengan Pak Jokowi. Karena oposisi itu mulia dan sehat bagi demokrasi. Arahan pimpinan kita masih merujuk keputusan Majelis Syuro di luar pemerintahan. Dalam bahasa saya #KamiOposisi," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengundang beberapa Ketua Umum Partai di luar koalisi partai pengusungnya di Pemilu 2019 di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Prabowo Diingatkan, Gerindra Lebih Terhormat jika Jadi Oposisi

Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan baru-baru ini bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Dalam pertemuan dengan tiga pimpinan parpol itu, Jokowi tak membantah ada pembahasan peluang masing-masing partai masuk ke koalisi pemerintah.

Namun, Jokowi menegaskan belum ada keputusan yang rampung apakah salah satu partai atau ketiga partai akan bergabung dengan koalisi pemerintah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X