Kompas.com - 13/10/2019, 09:35 WIB
(Dari kiri ke kanan) Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah, Ketua KPAI Susanto, dan Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat Susianah Affandy di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR(Dari kiri ke kanan) Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah, Ketua KPAI Susanto, dan Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat Susianah Affandy di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta orang tua dan guru memberi arahan kepada anak-anak yang sempat berada di tempat kejadian perkara (TKP) penusukan Menteri Kooridnator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu.

Hal tersebut dikarenakan aksi penusukan Wiranto oleh pelaku disaksikan oleh sejumlah anak di bawah umur, berseragam sekolah menengah pertama sebagaimana yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, sesaat sebelum Wiranto ditusuk oleh pelaku, sejumlah anak berlarian mendekati mobil yang ditumpangi Wiranto untuk melihat kedatangan Wiranto tersebut.

Baca juga: Wiranto Diserang, Jangan Sepelekan Trauma Psikologis pada Anak

Terlihat sangat jelas di video bahwa anak-anak tersebut juga melihat aksi penusukan yang dilakukan oleh terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD).

"Di ruang terbuka seperti itu, siapa pun tidak bisa menjamin steril (dari keberadaan) anak. Namun langkah selanjutnya saat ada kekerasan, anak perlu diarahkan untuk tidak mendekati lokasi karena rentan terdampak kekerasan," ujar Komisioner KPAI Bidang Trafficking Dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah kepada Kompas.com, Minggu (13/10/2019).

Selain dilakukan oleh orang tua maupun guru, kata dia, pengarahan tersebut bisa dilakukan oleh orang-orang dewasa yang ada di TKP hingga pihak keamanan di lokasi.

Baca juga: Paska Penusukan Wiranto, Ini Kata Psikolog Untuk Menjaga Psikologis Anak

Namun, apakah KPAI akan turun langsung mengarahkan anak-anak tersebut, pihaknya akan mengoordinasikannya terlebih dahulu dengan pihak kepolisian.

"Sejauh ini kami lihat belum ada kekhawatiran perlu tindakan rehab karena aksidental dan peristiwa sesaat, tapi kalau ada laporan pasti kami respons. Kami akan coba tanyakan ke beberapa pihak di lokasi," kata dia.

Kompas TV Tak hanya di angkatan darat TNI Angkatan Udara juga menindak anggotanya di Lanud Mulyono, Surabaya akibat unggahan negatif sang istri terkait Wiranto di media sosial. Danlanud Mulyono Surabaya membenarkan telah menindak anggota polisi militer TNI AU Peltu YNS atas unggahan negatif istrinya di media sosial terkait kasus penyerangan Wiranto. Peltu YNS sudah dicopot dari jabatannya. Sementara kasus istrinya dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo. #Wiranto #AnggotaPOMTNIAU #IstriHujatWiranto
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian KP Susun Laporan Keuangan Bidang Riset dan Pengembangan SDM

Kementerian KP Susun Laporan Keuangan Bidang Riset dan Pengembangan SDM

Nasional
Saksi Sebut Munarman Hadir dalam Baiat ISIS di Ciputat Tahun 2014

Saksi Sebut Munarman Hadir dalam Baiat ISIS di Ciputat Tahun 2014

Nasional
Pengamat: Pembangunan IKN Itu Kepentingan Elite, Dana PEN Seharusnya untuk Rakyat

Pengamat: Pembangunan IKN Itu Kepentingan Elite, Dana PEN Seharusnya untuk Rakyat

Nasional
Terbitkan SE, Kemenkes Putuskan Vaksin Primer Sinovac Hanya untuk Anak

Terbitkan SE, Kemenkes Putuskan Vaksin Primer Sinovac Hanya untuk Anak

Nasional
KPK Lakukan OTT di Langkat, Sumatera Utara

KPK Lakukan OTT di Langkat, Sumatera Utara

Nasional
UU Ibu Kota Negara Rampung dalam 43 Hari, KSP Bantah Pembahasannya Buru-buru

UU Ibu Kota Negara Rampung dalam 43 Hari, KSP Bantah Pembahasannya Buru-buru

Nasional
DPR Bakal Masuk Tahap Pertama yang Dipindahkan ke IKN, Begini Persiapannya

DPR Bakal Masuk Tahap Pertama yang Dipindahkan ke IKN, Begini Persiapannya

Nasional
Sebaran 174 Kasus Omicron Berasal dari Transmisi Lokal, Jakarta Terbanyak

Sebaran 174 Kasus Omicron Berasal dari Transmisi Lokal, Jakarta Terbanyak

Nasional
Dana PEN Akan Dikucurkan untuk Bangun IKN, Pengamat: Bisa Melukai Hati Rakyat

Dana PEN Akan Dikucurkan untuk Bangun IKN, Pengamat: Bisa Melukai Hati Rakyat

Nasional
Kemendikbud Sebut 117.939 Formasi Guru PPPK Tak Dilamar Sama Sekali

Kemendikbud Sebut 117.939 Formasi Guru PPPK Tak Dilamar Sama Sekali

Nasional
Satgas: Ada 882 Pasien Terpapar Omicron, 276 Sudah Sembuh

Satgas: Ada 882 Pasien Terpapar Omicron, 276 Sudah Sembuh

Nasional
Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Nadiem Klaim Perjuangkan Guru Honorer dalam Seleksi Guru PPPK

Nasional
KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Infrasruktur di Kabupaten Buru Selatan

KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Infrasruktur di Kabupaten Buru Selatan

Nasional
Menkes Budi: Tidak Ada Pejabat Kemenkes Kunjungi Israel Belajar Tangani Covid-19

Menkes Budi: Tidak Ada Pejabat Kemenkes Kunjungi Israel Belajar Tangani Covid-19

Nasional
Polri Ungkap Banyak Napi Lakukan Kejahatan dari Lapas, Sebarkan Berita Bohong hingga Pencucian uang

Polri Ungkap Banyak Napi Lakukan Kejahatan dari Lapas, Sebarkan Berita Bohong hingga Pencucian uang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.