Polisi Tegaskan Pelaku Penusukan Wiranto Hanya Simpatisan JAD

Kompas.com - 11/10/2019, 19:58 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menunjukkan foto pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto SA, FA, serta senjata yang digunakan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menunjukkan foto pelaku penusukan Menkopolhukam Wiranto SA, FA, serta senjata yang digunakan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi meluruskan bahwa pelaku penikaman Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto berinisial SA hanya simpatisan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), bukan termasuk dalam struktur.

"Afiliasinya saja yang ke JAD. Tidak secara eksplisit bahwa dia (SA) itu JAD," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Dedi Prasetyo konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jumat (11/10/2019).

Baca juga: Stres hingga Tusuk Wiranto, Pelaku SA Malah Berharap Ditangkap Polisi

Polisi menemukan fakta bahwa SA merupakan rekrutan salah satu tokoh sentral JAD, yakni Abu Zee. Tapi, bukan berarti SA ini langsung masuk ke dalam JAD.

"Abu Zee ini tokoh sentral. Cuma di sini terlalu banyak kelompoknya," ujar Dedi.

Kepastian itu didapat polisi setelah Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap beberapa orang yang merupakan bagian dari JAD.

Diketahui, Densus menangkap satu orang terduga teroris di Bandung dan Manado. Di Bali, tim Densus juga menangkap dua orang terduga teroris di Bali.

"Untuk kelompok ini, berangkat dari pengungkapan di Sibolga Maret 2019," ujar Dedi.

Kelompok tersebut diketahui juga berkaitan dengan ledakan di Pos Polisi Kartasura, awal Juni 2019 lalu.

Baca juga: Pengamat: JAD Anggap Pejabat sebagai Public Enemy

Ada atau tidaknya kaitan mereka terhadap penyerangan Wiranto, polisi terus memburu sel-sel pelaku teror di Indonesia.

"Densus 88 ini terus melakukan pengembangan terhadap kelompok-kelompok rersebut, Polri bertindak profesional. Kami belum bisa preventif strike kalau bukti permulaan belum cukup. Kalau sudah cukup baru bisa," kata dia.

"Ini masih kami dalami semuanya, tentu tidak berhenti di sini, masih mengejar mastermind yang mengkondisikan beberapa kelompok tadi. Ada kelompok Jateng, Jatim, Morowali, Sibolga, ada yang di Bandung, Manado dan di Bali," tutup dia.

 

Kompas TV Di Brebes, Jawa Tengah polisi sempat memeriksa orang tua Fitri Andriana perempuan terduga penyerang Menkopolhukam Wiranto. Rumahnya sempat dipasang garis polisi tetapi sekarang sudah dilepas. Kerabat Fitri membenarkan polisi menggeledah rumah itu dan mendapati busur dan beberapa anak panah serta menyita sejumlah buku. Polisi memastikan penyerang Menkopolhukam adalah jaringan kelompok teroris JAD. Lantas bagaimana mengidentifikasi jaringan ini mengingat pelaku saat itu sangat dekat dengan Menkopolhukam. Kita bincangkan dengan peneliti terorisme dan intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib. #WirantoDiserang #RidlwanHabib #TerorisJAD
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Hapus Beberapa Jabatan Setingkat Eselon I dan II, Anggarannya Dioptimalkan untuk Bansos

Risma Hapus Beberapa Jabatan Setingkat Eselon I dan II, Anggarannya Dioptimalkan untuk Bansos

Nasional
Ironi Kebijakan Omicron: Jokowi Minta Warga Tak ke Luar Negeri, tapi Buka Pintu untuk Semua Negara

Ironi Kebijakan Omicron: Jokowi Minta Warga Tak ke Luar Negeri, tapi Buka Pintu untuk Semua Negara

Nasional
Gempa M 6,6 di Banten, 3.078 Rumah Rusak, 10 Orang Luka-luka

Gempa M 6,6 di Banten, 3.078 Rumah Rusak, 10 Orang Luka-luka

Nasional
Ryamizard dan Janji Prajuritnya di Tengah Dugaan Kerugian Negara Pengadaan Satelit

Ryamizard dan Janji Prajuritnya di Tengah Dugaan Kerugian Negara Pengadaan Satelit

Nasional
Membumikan Makna dan Manfaat Presidensi G20 Indonesia 2022

Membumikan Makna dan Manfaat Presidensi G20 Indonesia 2022

Nasional
Heru Hidayat, Koruptor Asabri Rp 22,7 Triliun yang Lolos dari Hukuman Mati...

Heru Hidayat, Koruptor Asabri Rp 22,7 Triliun yang Lolos dari Hukuman Mati...

Nasional
Komite Olimpiade Minta Diskresi Karantina untuk Atlet, Ini Jawaban Pemerintah

Komite Olimpiade Minta Diskresi Karantina untuk Atlet, Ini Jawaban Pemerintah

Nasional
Ibu Kota Negara Pindah, Polri Akan Ada Persiapan Pemindahan Instansi

Ibu Kota Negara Pindah, Polri Akan Ada Persiapan Pemindahan Instansi

Nasional
Ibu Kota 'Nusantara' Dibangun di Penajam Paser Utara, Ini Rincian Batas Wilayahnya

Ibu Kota "Nusantara" Dibangun di Penajam Paser Utara, Ini Rincian Batas Wilayahnya

Nasional
Jaksa Diperintahkan Banding Vonis Heru Hidayat, Kejagung: Hakim Ingkari Rasa Keadilan

Jaksa Diperintahkan Banding Vonis Heru Hidayat, Kejagung: Hakim Ingkari Rasa Keadilan

Nasional
Covid-19 Mulai Merangkak Lebihi 1.000 Kasus Per Hari, Jokowi Imbau WFH Lagi

Covid-19 Mulai Merangkak Lebihi 1.000 Kasus Per Hari, Jokowi Imbau WFH Lagi

Nasional
BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan di Indonesia

BMKG: Waspada Potensi Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan di Indonesia

Nasional
Menilik Kans Menantu Luhut, Mayjen Maruli Simanjuntak, dalam Bursa Calon Pangkostrad

Menilik Kans Menantu Luhut, Mayjen Maruli Simanjuntak, dalam Bursa Calon Pangkostrad

Nasional
Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Provinsi Ini hingga 22 Januari 2022

Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Provinsi Ini hingga 22 Januari 2022

Nasional
Mengenal “Megathrust”, yang Jadi Alasan Pemerintah Merelokasi Korban Gempa Banten

Mengenal “Megathrust”, yang Jadi Alasan Pemerintah Merelokasi Korban Gempa Banten

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.