SOROT POLITIK

Deteksi Dini Ancaman Terorisme di Setiap Daerah Mesti Diperkuat

Kompas.com - 10/10/2019, 22:36 WIB
Lokasi Penusukan Menko Polhukam Wiranto di Alun - Alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINLokasi Penusukan Menko Polhukam Wiranto di Alun - Alun Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

KOMPAS.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Meutya Hafid menyayangkan dan mengutuk aksi terorisme yang terjadi atas peristiwa penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto, saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Menurut Meutya, lemahnya deteksi dini dan lengahnya aparat keamanan dimanfaatkan oleh jaringan kelompok teroris untuk menjalankan aksinya, termasuk melakukan penusukan terhadap Menko Polhukam, Wiranto.

Badan Intelejen Negara (BIN), Kepolisian RI, dan TNI memiliki tugas melakukan deteksi dini terhadap ancaman keamanan negara.

Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Meutya Hafid, di sela-sela RDPU Komisi 1 DPR RI bersama Facebook, Selasa (17/4/2018).KOMPAS.com/Fatimah Kartini Bohang Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI, Meutya Hafid, di sela-sela RDPU Komisi 1 DPR RI bersama Facebook, Selasa (17/4/2018).

Ia menegaskan, ketiga institusi tersebut sudah seharusnya mengantisipasi berbagai ancaman yang dapat terjadi saat kunjungan Menko Polhukam di Pandeglang, Banten.

Termasuk, ia melanjutkan, kerawanan atau potensi penyerangan yang dilakukan jaringan teroris.

"Karena itu saya meminta perbaikan kerja deteksi dini baik oleh BIN, Kepolisian, dan TNI dalam melakukan upaya upaya deteksi dini ancaman keamanan nasional," kata Meutya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/10/2019).

Ancam stabilitas keamanan

Meutya menambahkan, pengungkapan jaringan pelaku penusukan Wiranto wajib segera dilakukan.

Stabilitas keamanan nasional bakal terganggu dan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keamanan nasional terganggu bila pengungkapan kasus itu tak lekas rampung.

"Sejalan dengan deteksi dini, saya juga mendorong upaya deradikalisasi untuk terus diperkuat dengan memperbaiki efektifitas dan memperluas target program deradikalisasi tidak hanya kepada mereka yang diduga terpapar terorisme tapi kepada masyarakat umum termasuk juga kelompok millenial yang kerap menjadi target ‘brainwash’ teroris," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X