Peringkat Daya Saing Indonesia Turun, Ini Kata Wapres

Kompas.com - 09/10/2019, 21:24 WIB
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat meresmikan Menara Masjid Jami dan Gedung Centre For Islamic Economies Studies Universitas Darussalam Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Kamis (3/10/2019). KOMPAS.COM/Humas Pondok GontorWakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat meresmikan Menara Masjid Jami dan Gedung Centre For Islamic Economies Studies Universitas Darussalam Gontor di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Kamis (3/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyadari, Indonesia masih kalah dari negara lain dalam peringkat daya saing global (global competitiveness index).

"Itu selalu kita bicarakan bahwa terjadi kompetitifnya, kita di bawah Thailand, Vietnam, mereka lebih baik dari kita. Kita menyadari itu. Oleh karena itu harus diperbaiki," ujar Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Ia menanggapi turunnya peringkat Indonesia dalam daya saing global sebagaimana dirilis World Economic Forum.

Baca juga: Sekjen PDI-P: Ketegasan Wapres Kalla Tolak Perppu KPK Harus Didukung

Kalla mengatakan, Indonesia memerlukan perbaikan regulasi dalam investasi agar investor mendapat banyak kemudahan saat menanamkan modal.

Hal itu terus digenjot oleh pemerintah beserta jajarannya.

Ia juga menyampaikan, pemerintah terus mengupayakan masuknya investasi agar masyarakat bisa mendapat pekerjaan yang layak dengan gaji sesuai upah minimum regional (UMR).

"Oleh karena itu harus diperbaiki. Iya, regulasi, macam-macam, perbaikan investasi. Itu sedang kami lakukan," ucap Kalla. 

Baca juga: Meningkatkan Daya Saing Global lewat Budaya Penelitian di SMA

Diberitakan, indeks daya saing global Indonesia pada 2019 turun dari peringkat ke-45 menjadi ke-50.

Indonesia kalah dari tiga negara ASEAN lainnya, yakni Singapura di peringkat 1, Malaysia di peringkat 27, dan Thailand di peringkat 40.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X