Jokowi Tawarkan Proyek Kereta hingga Bandara ke Singapura

Kompas.com - 08/10/2019, 21:06 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong selama pertemuan di Istana Kepresidenan Singapura pada 8 Oktober 2018. AFP/POOL/FELINE LIMPresiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong selama pertemuan di Istana Kepresidenan Singapura pada 8 Oktober 2018.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menawarkan sejumlah proyek infrastruktur kepada Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, di antaranya proyek kereta api Makassar-Parepare.

Hal ini disampaikan Jokowi saat kedua pemimpin negara bertemu di The Istana, Singapura, pada Selasa (8/10/2019).

"Indonesia menawarkan berbagai peluang kerja sama pendanaan proyek-proyek infrastruktur, di antaranya proyek kereta api Makassar-Parepare dan lapangan udara di Labuan Bajo," kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama, usai pertemuan, seperti dikutip dari siaran pers resmi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi perkembangan dan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai kedua negara dalam Leaders' Retreat tahun lalu.

Baca juga: PM Singapura kepada Indonesia: Hubungan Bilateral dalam Kondisi Baik

Perkembangan tersebut antara lain terkait pengembangan kawasan industri Kendal yang menjadi ikon kerja sama kedua negara.

"Kami menyambut baik tindak lanjut kesepakatan Leaders Retreat tahun lalu, antara lain bertambahnya tenants di Kendal Industrial Park, berkembangnya Nongsa Digital Park, dan dukungan Singapore Economic Development Board bagi pembukaan operasi perusahaan Pegatron di Batam," kata Presiden.

Selain di bidang infrastruktur dan industri, kedua negara bersepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasional.

Bentuk kerja sama tersebut antara lain operasionalisasi politeknik Kendal dan kegiatan pelatihan bagi para instruktur serta inisiatif RISING (Republic of Indonesia and Singapore) Fellowship.

Jokowi dan PM Singapura juga menyaksikan penandatanganan dua dokumen kerja sama.

Dua nota kesepahaman itu yakni perjanjian pertukaran data elektronik untuk memfasilitasi dan mengamankan perdagangan serta perjanjian mengenai kerja sama kearsipan.

"Terima kasih Perdana Menteri Lee, mari kita bekerja sama untuk kemakmuran dua negara dan masyarakat kita," kata Presiden.

Baca juga: PM Singapura kepada Indonesia: Hubungan Bilateral dalam Kondisi Baik

Para menteri yang mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan ini yakni Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Menkeu Sri Mulyani.

Kemudian, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menperin Airlangga Hartarto, Mendag Enggartiasto Lukita, Menristekdikti Mohamad Nasir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X