Kompas.com - 08/10/2019, 14:45 WIB
Kepala BNPB, Doni Monardo memeriksa angggotanya saat gladi bersih HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKepala BNPB, Doni Monardo memeriksa angggotanya saat gladi bersih HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah setahun gempa Palu, dana hibah untuk korban gempa Palu akhirnya cair pada Selasa (8/10/2019).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, penandatanganan perjanjian dan hibah itu dilakukan pagi ini dengan mengundang empat kepala daerah di Sulawesi Tengah.

"Pagi ini ditandatangani bantuan hibah daerah dari Kemenkeu kepada tiga bupati dan satu wali kota senilai Rp 1,9 triliun," kata Doni dalam jumpa pers seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Korban Gempa Palu dan Bom Gereja Oikumene Samarinda Diprioritaskan Terima Beasiswa

Penandatanganan itu dilakukan di Kantor BNPB Jakarta dengan mengundang empat pimpinan daerah, yakni Wali Kota Palu, Bupati Sigi, Bupati Donggala, dan Bupati Parigi Moutong.

"Dana ini diharapkan dalam waktu 7 hari kerja sudah masuk ke rekening kas daerah, dan selanjutnya akan ditransfer ke rekening perorangan kepada masyarakat terdampak, baik yang rumah berat, sedang, maupun ringan," kata Doni.

Ia juga menyampaikan, korban gempa yang rumahnya rusak berat akan mendapat dana Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai dalam siaran pers menyebut, dana Rp 1,9 triliun itu akan disalurkan untuk 85.763 rumah.

Rinciannya, di Kota Palu Rp 820.653.280.000, Kabupaten Sigi Rp 568.663.780.000, Kabupaten Donggala Rp 516.780.890.000, dan Kabupaten Parigi Moutong Rp 66.361.850.000. 

Setelah penandatanganan perjanjian hibah daerah ini dilaksanakan, penerima hibah yaitu pemerintah daerah harus melengkapi berkas-berkas administrasi dan mematuhi semua persyaratan yang diperlukan agar penyaluran dapat terlaksana dan tercapai 100 persen.

Baca juga: Setahun Gempa Palu: Kami Yakin Anak Kami Pasti Kembali...

Adapun mekanisme pengelolaan hibah ini menggunakan mekanisme APBD dan pemanfaatannya selama 12 bulan terhitung sejak dana diterima di rekening kas umum.

Gempa Palu terjadi pada 28 September 2018. Gempa bermagnitudo 7,4 itu diikuti dengan tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, Indonesia, bagian utara.
Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut Kota Palu dengan kedalaman 10 km.

BNPB pada 10 Oktober mengumumkan bahwa korban meninggal akibat gempa itu mencapai 2.045 orang. Paling banyak korban berada di Palu sebanyak 1.636 orang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Investasi Ilegal EDCCash, Polisi Sita Miliaran Uang Tunai hingga Senjata Api

Kasus Investasi Ilegal EDCCash, Polisi Sita Miliaran Uang Tunai hingga Senjata Api

Nasional
Wapres Minta 2 Menteri Lobi Saudi dan China soal Jemaah Umrah dan Vaksin Sinovac Tersertifikasi WHO

Wapres Minta 2 Menteri Lobi Saudi dan China soal Jemaah Umrah dan Vaksin Sinovac Tersertifikasi WHO

Nasional
UPDATE 22 April: 6.488.197 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 11.432.711 Dosis Pertama

UPDATE 22 April: 6.488.197 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 11.432.711 Dosis Pertama

Nasional
Ketua MK: Saat Pandemi, Atensi Penyelenggara Negara Tegakkan Konstitusi Harus Ditingkatkan

Ketua MK: Saat Pandemi, Atensi Penyelenggara Negara Tegakkan Konstitusi Harus Ditingkatkan

Nasional
Satgas: Jika Tak Hati-hati, RI Bisa Alami Lonjakan Covid-19 Fatal

Satgas: Jika Tak Hati-hati, RI Bisa Alami Lonjakan Covid-19 Fatal

Nasional
UPDATE 22 April: Ada 63.422 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 April: Ada 63.422 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 April: Bertambah 5.993, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 1.626.812  Orang

UPDATE 22 April: Bertambah 5.993, Pasien Covid-19 yang Sembuh Jadi 1.626.812 Orang

Nasional
Ini Peran 6 Tersangka Kasus Investasi Ilegal EDCCash Menurut Polisi

Ini Peran 6 Tersangka Kasus Investasi Ilegal EDCCash Menurut Polisi

Nasional
Pimpinan Komisi III: KPK Harus Tempatkan Penyidik Berintegritas

Pimpinan Komisi III: KPK Harus Tempatkan Penyidik Berintegritas

Nasional
UPDATE: Bertambah 165 Orang, Angka Kematian Covid-19 Capai 44.172

UPDATE: Bertambah 165 Orang, Angka Kematian Covid-19 Capai 44.172

Nasional
UPDATE 22 April: Ada 101.191 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 April: Ada 101.191 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Titiek Soeharto Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Ikut Pengambilan Sampel Darah di RSPAD

Titiek Soeharto Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Ikut Pengambilan Sampel Darah di RSPAD

Nasional
Penjelasan Lengkap PPATK soal Modus Cuci Uang Lewat Bitcoin

Penjelasan Lengkap PPATK soal Modus Cuci Uang Lewat Bitcoin

Nasional
Polisi Ungkap Modus Investasi Ilegal EDCCash, Tiap Anggota Baru Wajib Setor Rp 5 Juta

Polisi Ungkap Modus Investasi Ilegal EDCCash, Tiap Anggota Baru Wajib Setor Rp 5 Juta

Nasional
Mudik Dilarang, Kepala BNPB Minta Gerakan Silaturahim Virtual Kembali Digalakkan

Mudik Dilarang, Kepala BNPB Minta Gerakan Silaturahim Virtual Kembali Digalakkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X