Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/10/2019, 08:00 WIB
Penulis Bayu Galih
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR untuk periode 2019-2024 telah dilantik pada 1 Oktober 2019. Sebanyak 575 anggota DPR siap menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif terpilih hasil Pemilu 2019.

Dari 575 anggota DPR, 298 orang di antaranya merupakan petahana. Ini berarti ada sejumlah wajah lama yang tersingkir dan tidak kembali berkiprah di Senayan.

Mereka yang meninggalkan Senayan menjadi artikel terpopuler yang paling banyak dibaca di desk Nasional Kompas.com pekan lalu, 30 September - 5 Oktober 2019.

Ada banyak sebab mereka tidak kembali menjadi anggota DPR. Sebagian besar di antaranya karena tidak terpilih dan kalah suara dalam Pemilu 2019.

Namun, ada juga politisi yang tidak kembali menjabat anggota DPR karena tidak mencalonkan diri dalam Pemilu 2019.

Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR 2014-2019 Fahri Hamzah. Dia tidak bisa ikut Pemilu 2019 setelah dipecat Partai Keadilan Sejahtera, kendaraan politiknya selama beberapa periode terakhir.

Ada juga nama Wakil Ketua DPR 2014-2019 Agus Hermanto. Politisi Partai Demokrat itu tak lagi maju sebagai caleg karena memberikan kesempatan kepada generasi muda.

Lalu siapa saja nama lain yang tidak lagi menjadi anggota DPR? Berikut artikelnya: Mereka yang Tinggalkan Senayan, Dua di Antaranya Wakil Ketua DPR

Korban penyerangan air keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan kepada wartawan terkait hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Dalam tanggapannya Novel mengatakan hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diharapkan dapat mengungkap siapa pelaku kasus penyerangan air keras terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga Korban penyerangan air keras yang merupakan Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan tanggapan kepada wartawan terkait hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Dalam tanggapannya Novel mengatakan hasil Investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) diharapkan dapat mengungkap siapa pelaku kasus penyerangan air keras terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.
Tudingan ke Novel Baswedan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan masih menjadi sorotan pembaca Kompas.com.

Tidak hanya menjadi korban penyerangan oleh orang yang melukai wajahnya dengan menyiram air keras, Novel Baswedan juga diterpa sejumlah kabar miring yang perlu diklarifikasi KPK.

Setidaknya ada tiga informasi menyangkut Novel yang beredar di dunia maya. KPK pun memberikan klarifikasi atas isu itu.

Pertama, mengenai foto Novel dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto dikaitkan seolah terkait dengan lembaran bertuliskan "Tanda Bukti Penerimaan Laporan/Informasi Dugaan TPK".

KPK membantah kesan seolah-olah hubungan saudara antara Novel dan Anies serta foto tersebut memengaruhi penanganan perkara di KPK.

Kedua, foto saat Novel Baswedan berada di bandara. Narasi yang beredar dalam foto adalah Novel mau jalan-jalan ke luar negeri. Padahal, Novel berada di bandara untuk menjalani pengobatan matanya.

Ketiga, ada narasi yang sempat muncul pada saat Pansus Angket KPK berjalan yang kembali mencuat di media sosial.

"Seperti keterangan salah satu tersangka di KPK yang terkait dengan kasus suap terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi, seolah-olah ada seseorang yang menyerahkan indekos 50 kamar di Bandung sebagai tukar guling perkara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri menyatakan, KPK saat itu sudah menepis narasi yang diedarkan saat itu.

Klarifikasi lengkap KPK atas isu miring Novel Baswedan dapat dibaca dalam: Klarifikasi KPK soal Isu Terkait Novel: Foto dengan Anies Baswedan, Foto di Bandara, hingga Tuduhan Tukar Guling Kasus

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Bakal Capres Favorit Partai Ummat, Anies Diundang ke Rakernas

Jadi Bakal Capres Favorit Partai Ummat, Anies Diundang ke Rakernas

Nasional
Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Polri: Hoaks, Video Tentara China Dijemput Mobil Polisi

Nasional
Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Ribuan Anak Indonesia Idap Kanker Sepanjang 2022, Paling Banyak Leukimia

Nasional
Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Kunjungi Menhan Turki, Prabowo Tandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pertahanan

Nasional
Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Kementerian KP Latih Peserta Didik lewat Festival Kewirausahaan

Nasional
Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Anak Buah Sambo Beberkan Budaya Sulit Tolak Perintah Atasan, Kompolnas: Sekarang Bukan Zaman Orde Baru

Nasional
IDAI: Kelebihan Nutrisi Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak

IDAI: Kelebihan Nutrisi Tingkatkan Risiko Kanker pada Anak

Nasional
Gelar International Collaboration: Students Industry Networking, Kementerian KP Perkuat Jejaring Internasional untuk Pendidikan

Gelar International Collaboration: Students Industry Networking, Kementerian KP Perkuat Jejaring Internasional untuk Pendidikan

Nasional
Kasatgas Penyidikan KPK Tri Suhartanto kembali ke Polri

Kasatgas Penyidikan KPK Tri Suhartanto kembali ke Polri

Nasional
Terjebak Asmara dengan Pemohon Cerai, Hakim MY Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Terjebak Asmara dengan Pemohon Cerai, Hakim MY Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Nasional
Pengamat Sebut Peluang Anies-RK Terbuka Setelah Ketum Nasdem dan Golkar Bertemu

Pengamat Sebut Peluang Anies-RK Terbuka Setelah Ketum Nasdem dan Golkar Bertemu

Nasional
Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya Disiplin dan Terapkan Pola Hidup Sederhana

Jaksa Agung Ingatkan Jajarannya Disiplin dan Terapkan Pola Hidup Sederhana

Nasional
Tiga 'Streamer' Pornografi Ini Raup Rp 30-40 Juta Per Bulan

Tiga 'Streamer' Pornografi Ini Raup Rp 30-40 Juta Per Bulan

Nasional
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Wapres: Tentu Akan Kita Teliti

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Wapres: Tentu Akan Kita Teliti

Nasional
Sampaikan Pembelaan, Anak Buah Sambo: Saya Hanya Anak Buruh Pabrik, Bermimpi Jadi Polisi pun Tak Berani

Sampaikan Pembelaan, Anak Buah Sambo: Saya Hanya Anak Buruh Pabrik, Bermimpi Jadi Polisi pun Tak Berani

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.