Mahasiswa Al Azhar Faisal Amir Lupa Siapa yang Memukulinya Saat Demo

Kompas.com - 05/10/2019, 10:49 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat mendatangi RS Pelni untuk menjenguk mahasiswa program studi Ilmu Hukum angkatan 2016 Univeritas Al-Azhar Indonesia, Faisal Amir. Tampak ibunda Faisal mendampingi (kedua dari kanan). Dok. Humas DPRKetua DPR RI Bambang Soesatyo saat mendatangi RS Pelni untuk menjenguk mahasiswa program studi Ilmu Hukum angkatan 2016 Univeritas Al-Azhar Indonesia, Faisal Amir. Tampak ibunda Faisal mendampingi (kedua dari kanan).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratu Agung, ibunda dari Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia Faisal Amir, mengatakan bahwa anaknya lupa siapa yang memukulinya saat demo di depan Gedung DPR RI pada Selasa (24/9/2019).

Padahal, menurut dia, Faisal sudah mengingat apa saja yang ia lakukan saat demo, atau sebelum penganiayaan itu menimpanya.

"Kalau berangkat demo jam berapa? 12.30, Sampai sana apa? Ya orasi, bantu teman-teman, nah terus kamu kenapa kok jadi sampai kepalanya pecah, tengkorak kamu sampai bahu kamu pecah? Ada yang mukul. Siapa yang mukul? Lupa," ujar Ratu.

Baca juga: Mahasiswa Al Azhar Faisal Amir Korban Kekerasan Saat Demo Sudah Ingin Kembali Kuliah


Faisal mengalami pendarahan di kepala dan patah tulang pada bahu kanannya akibat menjadi korban kekerasan saat demonstrasi di depan Gedung DPR RI. 

Ratu juga menyampaikan, belum ada saksi mengenai peristiwa yang menimpa anaknya.  Sebab, saat ditemukan, Faisal sudah tergeletak dan terluka.

"Kalau saksi yang memukul belum tahu karena Faisal ini ditemukan sudah tergeletak. Ya seperti foto beredar itu. Apa ya, aduh, ngeri saya," kata dia. 

Saat ini, Faisal berangsur-angsur membaik. Bahkan, Faisal sudah dapat berjalan sedikit, misalnya dari tempat tidur ke sofa di kamar rumah sakit.

Rencananya, Faisal dipindah dari Sakit Pelni, Slipi, Jakarta Barat ke Rumah Sehat atau rumah yang steril.

Baca juga: Mahasiswa Al Azhar Faisal Amir Terima Tawaran Magang dari Anies Baswedan

Nantinya, ia akan terus dalam pengawasan dokter untuk 3-6 bulan ke depan.

"Dia tetap dalam perawatan dokter, pengobatan dokter, cuma tempat tinggal dia ini dipindahkan. Karena rumah sakit itu kan banyak penyakit, sehingga dia harus dipindahkan ke tempat yang sehat," tutur Ratu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soroti Isu Pengangguran dalam Pidato Refleksi Politik, SBY Singgung Arab Spring

Soroti Isu Pengangguran dalam Pidato Refleksi Politik, SBY Singgung Arab Spring

Nasional
Eks Koruptor Boleh Maju Pilkada Setelah 5 Tahun, PKB: Kita Tetap Cari yang Bersih

Eks Koruptor Boleh Maju Pilkada Setelah 5 Tahun, PKB: Kita Tetap Cari yang Bersih

Nasional
Nadiem Minta Dinas Pendidikan Petakan Sebaran Guru di Daerah

Nadiem Minta Dinas Pendidikan Petakan Sebaran Guru di Daerah

Nasional
PDI-P Jamin Tak Calonkan Kader Eks Koruptor dalam Pilkada

PDI-P Jamin Tak Calonkan Kader Eks Koruptor dalam Pilkada

Nasional
 PP 71/2019 Jadi Andalan Pemerintah Awasi Konten Pornografi dan Terorisme

PP 71/2019 Jadi Andalan Pemerintah Awasi Konten Pornografi dan Terorisme

Nasional
Dukung Jokowi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Ini Saran SBY

Dukung Jokowi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen, Ini Saran SBY

Nasional
Gugatan Ditolak MK, Faldo Maldini: Keberpihakan pada Anak Muda Hanya Ucapan

Gugatan Ditolak MK, Faldo Maldini: Keberpihakan pada Anak Muda Hanya Ucapan

Nasional
Rampas Pistol Polisi, Perampok Toko Mas di Batubara Tewas Ditembak

Rampas Pistol Polisi, Perampok Toko Mas di Batubara Tewas Ditembak

Nasional
Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Nasional
SBY: Pemilu Masih 5 Tahun Lagi, Malu kalau Sudah Mulai Kontestasi

SBY: Pemilu Masih 5 Tahun Lagi, Malu kalau Sudah Mulai Kontestasi

Nasional
KPK Anggap Putusan MK Batasi Ruang Gerak Koruptor

KPK Anggap Putusan MK Batasi Ruang Gerak Koruptor

Nasional
Polisi Dalami Bom Diduga Molotov yang Dilempar ke Rumah Warga di Sleman

Polisi Dalami Bom Diduga Molotov yang Dilempar ke Rumah Warga di Sleman

Nasional
SBY Tegaskan Demokrat di Luar Pemerintahan, tetapi Dukung Kerja Pemerintah

SBY Tegaskan Demokrat di Luar Pemerintahan, tetapi Dukung Kerja Pemerintah

Nasional
Hasto Sebut PDI-P Juga Akan Ikuti SBY Bikin Pidato Refleksi Akhir Tahun

Hasto Sebut PDI-P Juga Akan Ikuti SBY Bikin Pidato Refleksi Akhir Tahun

Nasional
Refleksi Politik SBY: Pemilu 2019 Buruk, Politik Identitas Berlebihan

Refleksi Politik SBY: Pemilu 2019 Buruk, Politik Identitas Berlebihan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X