SOROT POLITIK

Prihatin dengan Demonstrasi Ricuh, Ormas Tri Karya Setuju Airlangga Dukung Presiden RI Terpilih

Kompas.com - 30/09/2019, 16:45 WIB
(Kanan ke kiri) sesepuh SOKSI Oetojo oesman,  Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Sekjen MKGR Adies Kadir, DPP SOKSI Aliwongso Sinaga bertemu membahas pemilihan Ketua Umum Golkar diperiode berikutnya, di Jalan Widya Chandra III Nomor 6, Jakarta.

DOK. Partai Golkar (Kanan ke kiri) sesepuh SOKSI Oetojo oesman, Ketua Umum Kosgoro 1957 Agung Laksono, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Sekjen MKGR Adies Kadir, DPP SOKSI Aliwongso Sinaga bertemu membahas pemilihan Ketua Umum Golkar diperiode berikutnya, di Jalan Widya Chandra III Nomor 6, Jakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com
 - Organisasi Massa ( Ormas) Tri Karya dari Partai Golkar menyatakan turut prihatin atas tindakan anarkis dan kerusuhan dalam aksi demonstrasi di Jakarta dan daerah yang mengganggu ketenteraman rakyat belakangan ini. 

"Tri Karya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dengan adanya korban jiwa dalam aksi demonstrasi," kata Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, Agung Laksono usai bertemu Ketua Umum (Ketum) Partai GolkarHartarto, di Jalan Widya Chandra III Nomor 6, Jakarta.

Sebagai informasi dalam pertemuan itu, hadir pula sesepuh Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Oetojo Oesman, DPP SOKSI Ali Wongso Sinaga, anggota DPR RI Aziz Syamsudin, dan Sekjen Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Adies Kadir.

Baca juga: Diusung Kosgoro Maju Ketum Golkar, Airlangga Sebut Dukungan Terus Mengalir

Mereka bertemu untuk menyampaikan dukungannya terhadap Ketum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2019-2024.

Di kesempatan itu, Agung menegaskan Tri Karya mengecam para aktor, provokator, dan para dalang di balik aksi yang bertujuan merongrong kewibawaan pemerintah, serta menggagalkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di MPR RI pada 20 Oktober mendatang.

Menurut dia, upaya itu merapakan gerakan politik praktik inkonstitusional.

"Kami meminta lembaga terkait untuk mengusut tuntas para dalang dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Dukung Presiden terpilih

Agung melanjutkan, Tri Karya mendukung penuh Presiden-Wakil Presiden RI terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk memimpin Indonesia secara powerfull sesuai konstitusi.

"Dukungan itu dalam rangka mempercepat pembangunan di berbagai bidang menuju kesejahteraan rakyat yang berkeadilan," katanya.

Tri karya, lanjut Agung, mengajak segenap elemen bangsa untuk bersatu dan memantapkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menghadapi tantangan bangsa.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menerima dukungan dari ormas Tri Karya Golkar untuk memimpin golkar pada periode selanjutnya, di Jalan Widya Chandra III Nomor 6, Jakarta.KOMPAS.com/KURNIASIH BUDI Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menerima dukungan dari ormas Tri Karya Golkar untuk memimpin golkar pada periode selanjutnya, di Jalan Widya Chandra III Nomor 6, Jakarta.
Dia menambahkan, Tri Karya  mengapresiasi kepemimpinan Airlangga Hartarto yang konsisten disertai kerja keras dalam mendukung Jokowi-Jusuf Kalla selama ini.

Airlangga, kata dia, bekerja keras memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan pemenangan Golkar saat pemilu legislatif, sehingga Partai Beringin meraup suara terbanyak kedua.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Mantan Kepala Bais Sarankan Polri Ubah Pola Penyampaian Info soal Terorisme

Nasional
Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Penodaan Agama

Nasional
Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Pengamat: Marak Serangan Teror, Perlindungan Polisi Perlu Ditingkatkan

Nasional
Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi  B-737-MAX-8?

Hendak ke Mana Boeing dan FAA Pasca Tragedi B-737-MAX-8?

Nasional
PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

PKS Dorong RUU Perlindungan Tokoh Agama Masuk Prolegnas 2020-2024

Nasional
Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Waspadai Kamuflase Teroris, dari Pura-pura Motor Hilang hingga 'Nyamar' jadi Ojol

Nasional
Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Pemerintah Bakal Tingkatkan Kualitas Bimbingan Pranikah, Ini Penjelasan Menko Muhadjir

Nasional
Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Rektor UIN: Ada Konflik, Bukan Berarti Toleransi Indonesia Rendah

Nasional
Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Patok Batas Indonesia-Malaysia di Sebatik akan Dihancurkan

Nasional
Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Polisi Gerebek 6 Pabrik Miras Lokal di Tengah Hutan Mimika Papua

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

[POPULER DI KOMPASIANA] Pendaftara CPNS 2019 | Sulitnya Jadi Dokter Spesialis | Lemahnya Literasi Statistik

Nasional
BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

BNPT Sebut Pemblokiran Situs Radikal Terhambat Aturan Kemenkominfo

Nasional
BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

BNPT Ungkap Tren Baru Teroris: Dulu Suami Saja, Sekarang Bawa Keluarga

Nasional
Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Cerita Sohibul Minta Paloh Tak Sembarang Bicara soal Kader PKS Radikal

Nasional
Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Peneliti LIPI: Pendekatan Menangani Persoalan Perbatasan Harus Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X