Apakah Akan Evaluasi Kapolri? Ini Kata Presiden Jokowi

Kompas.com - 27/09/2019, 14:18 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan tentang situasi Wamena di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019). Presiden meminta seluruh masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan bersama di Papua serta memeriksa kebenaran kabar yang tersebar guna menjaga stabilitas Indonesia bersama. ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo/foc. BAYU PRASETYOPresiden Joko Widodo menyampaikan tanggapan tentang situasi Wamena di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/9/2019). Presiden meminta seluruh masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan bersama di Papua serta memeriksa kebenaran kabar yang tersebar guna menjaga stabilitas Indonesia bersama. ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo/foc.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo tak menjawab tegas saat ditanya soal evaluasi terhadap Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian setelah tewasnya 2 mahasiswa saat demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Menurut Jokowi, dirinya sudah menyampaikan pada Kapolri bawah aparat keamanan tidak bertindak represif saat menangani unjuk rasa. 

"Sekali lagi tadi saya sudah sampaikan bahwa dalam menangani demo tidak represif, karena berdemonstrasi menyampaikan pendapat dan itu dijamin konstitusi," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Saat wartawan bertanya lagi apakah instruksinya itu tak dipatuhi oleh aparat kepolisian, Jokowi menjawab bahwa pengawasan di lapangan tidak mudah karena menyangkut ribuan personel.


Baca juga: Perdarahan di Kepala, Mahasiswa Kendari Yusuf Kardawi Habiskan 16 Kantong Darah

"Kan menyangkut ribuan personel, ribuan personel di seluruh tanah air," ujarnya.

Jokowi mengaku sudah mendapat laporan dari Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian atas peristiwa ini.

Berdasarkan laporan itu, mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Randi (21) meninggal akibat luka tembak setelah ia mengikuti unjuk rasa di kantor DPRD Sultra.

Baca juga: Presiden Jokowi: Penembak Mahasiswa UHO Belum Diketahui

Sementara itu rekan Randi, Yusuf Kardawi (19), meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Namun Jokowi menekankan bahwa pelaku penembakan belum diketahui apakah oknum kepolisian atau pihak lain. Oleh karena itu Jokowi meminta polisi melakukan investigasi.

"Yang menembak itu juga belum jadi jangan ditebak-tebak lebih dulu sebelum investigasi selesai," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi demo mahasiswa menolak sejumlah rancangan undang-undang di Gedung DPRD Provinsi Sultra, Kamis (26/9/2019) menelan korban.

Baca juga: Dua Mahasiswa Tewas Saat Demo, Wakapolri Akan Kunjungi Kendari

Diberitakan sebelumnya, Randi dinyatakan meninggal karena mengalami luka tembak di dada sebelah kanannya. Mahasiswa semester 7 itu dilarikan ke Rumah Sakit Korem pada pukul 15.30 Wita, dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.45 Wita.

Sementara Yusuf Kardawi meninggal dunia akibat luka berat yang dialami saat demonstrasi berujung kerusuhan itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X