KPK Tahan Dirut Perum Perindo yang Terjaring OTT

Kompas.com - 25/09/2019, 10:16 WIB
Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda meninggalkan Gedung KPK untuk dibawa ke tahanan, Selasa (24/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DDirektur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda meninggalkan Gedung KPK untuk dibawa ke tahanan, Selasa (24/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menahan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia Risyanto Suanda yang terjaring operasi tangkap tangan terkait kasus suap kuota impor ikan.

Selaon Risyanto, KPK juga menahan Direktut PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa yang terjaring dalam kasus yang sama.

"Penahanan selama 20 hari pertama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (24/9/2019) malam kemarin.

Baca juga: Dirut Kena OTT KPK, Perum Perindo Pastikan Operasional Perusahaan Lancar

Febri menuturkan, Mujib ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan sedangkan Risyanto ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Adapun keduanya dibawa ke tahanan pada Selasa malam kemarin. Keduanya tak mengucapkan sepatah kata pun kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Dirut Perum Perindo Risyanto Suadi dan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa terkait kuota impor ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem.

Baca juga: Seputar Penangkapan Dirut Perum Perindo hingga Dijadikan Tersangka KPK

Dalam kasus ini, Risyanto diduga menerima uang suap senilai Rp 1.300 dari setiap kilogram ikan salem yang diimpor PT Navy Arsa Sejahtera (PT NAS).

Adapun Risyanto menjanjikan kuota impor kepada PT NAS sebanyak 250 ton pada Mei 2019 dengan tambahan 500 ton untuk Oktober 2019 mendatang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X