Polisi Tambah Personel Amankan Pendatang di Wamena

Kompas.com - 24/09/2019, 16:26 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) berjalan memasuki Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). Kedatangannya untuk menjenguk anggota polisi Aiptu Agus Sumartono yang dirawat di rumah sakit itu akibat diserang seorang pelaku tidak dikenal yang diduga simpatisan ISIS, saat bertugas di Polsek Wonokromo, Surabaya Sabtu (17/8/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama. ANTARA FOTO/Didik SuhartonoKapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) berjalan memasuki Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019). Kedatangannya untuk menjenguk anggota polisi Aiptu Agus Sumartono yang dirawat di rumah sakit itu akibat diserang seorang pelaku tidak dikenal yang diduga simpatisan ISIS, saat bertugas di Polsek Wonokromo, Surabaya Sabtu (17/8/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, aparat kepolisian fokus mengamankan warga Wamena yang berasal dari luar Papua setelah kerusuhan pecah, Senin (23/9/2019) kemarin.

Demi pengamanan tersebut, penebalan persolen dilakukan di sejumlah titik pengungsian di Wamena.

"Tadi pagi, kami tambah pasukan lagi. Saya tidak perlu sebutkan berapa, tapi yang penting kami perkuat pengamanan di sana karena masih banyak pendatang," ujar Tito dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

"Mereka mengungsi di kantor Kodim, di Kantor Polres, di kantor aparat-aparat kemanan yang ada di sana. Sehingga kami berusaha dulu menjamin keamanan dengan mempertebal pasukan yang ada di sana," lanjut dia.

Baca juga: Kapolri Sebut Kerusuhan di Wamena Didesain untuk Tarik Perhatian PBB

Seiring dengan itu, personel kepolisian juga melakukan perawatan terhadap warga sipil yang jadi korban luka dalam kerusuhan itu. Ada beberapa korban yang mesti dirujuk ke Jayapura demi mendapatkan fasilitas kesehatan.

Polisi sekaligus menjamin korban meninggal dunia akan diurus oleh Polri bersama-sama dengan TNI dan pemerintah daerah setempat.

"Sambil, tim investigasi menginvestigasi peristiwanya. Investigasi dilakukan secepat mungkin kita akan lakukan langkah-langkah rekonsilisasi dan perbaikan rehabilitasi maupun rekonstruksi," lanjut dia.

Baca juga: Kapolri Akui Rusuh Wamena Disulut Salah Paham, Keras Jadi Kera

Hingga Selasa sore, situasi di Wamena cenderung terkendali dan kondusif. Meski demikian, aparat kepolisian masih terus melakukan patroli.

Dalam kerusuhan itu sendiri, 27 orang dilaporkan meninggal dunia. Kapolri Tito menyebut, 22 di antaranya adalah masyarakat Papua pendatang. Sementara sisanya adalah masyarakat asli Papua. 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X