3 Direksi Perum Perindo dan 6 Orang yang Terjaring OTT KPK Diperiksa Intensif

Kompas.com - 23/09/2019, 23:43 WIB
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Selasa (10/9/2019).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan orang yang terjaring operasi tangkap tangan di Jakarta dan Bogor pada Senin (23/9/2019) telah dibawa ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, kesembilan orang itu dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut di kantor KPK, Jakarta," kata Laode dalam keterangan tertulis.

Laode mengatakan, sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK memiliki waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Baca juga: Susi Pudjiastuti Apresiasi OTT KPK terhadap Direksi Perum Perindo, Ini Alasannya

Diberitakan sebelumnya, KPK mengamankan sembilan orang dalam rangkaian operasi tangkap tangan di Jakarta dan Bogor pada Senin ini.

Tiga dari sembilan orang tersebut adalah direksi Perum Perindo dan sisanya adalah pegawai Perum Perindo serta pihak swasta.

Adapun barang bukti uang yang diamankan KPK dalam OTT hari ini sebesar 30 ribu dollar AS atau lebih dari Rp 400 juta.

"Diduga uang ini merupakan fee jatah kuota impor ikan jenis tertentu yang diberikan Perum Perindo pada pihak swasta. Salah satu jenis ikan yang teridentifikasi saat ini adalah ikan jenis frozen pacific mackerel atau ikan salem," kata Laode.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X