KPU: Penetapan Mulan Jameela sebagai Caleg Terpilih Sesuai Prosedur

Kompas.com - 23/09/2019, 19:22 WIB
Mulan Jameela dalam wawancara di kediamannya di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanMulan Jameela dalam wawancara di kediamannya di Jalan Pinang Mas, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Arief Budiman memastikan, langkah pihaknya menetapkan Mulan Jameela sebagai calon anggota DPR terpilih periode 2019-2024 sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Keputusan tersebut, kata Arief, diambil KPU dengan prosedur yang benar.

"KPU sebelum memutuskan itu (Mulan Jameela sebagai calon anggota DPR terpilih) tentu sudah mempertimbangkan banyak hal melihat aspek regulasinya," kata Arief Budiman saat ditemui di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Langkah Gerindra Pecat Ervin Luthfi untuk Digantikan Mulan Jameela Disebut Sewenang-wenang

Menurut Arief, sebelum dilantik, caleg terpilih memang dapat diganti oleh caleg lainnya. Ada beberapa kondisi yang memungkinkan proses pergantian tersebut.

Kondisi yang memungkinkan misalnya caleg terpilih meninggal dunia, mengundurkan diri, tidak memenuhi syarat karena dipecat partai atau terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah terkait caleg itu.

Dalam kasus ini, Mulan yang sebelumnya tak dinyatakan lolos ke parlemen, berubah statusnya menjadi caleg terpilih karena menggantikan caleg terpilih Gerindra yang dipecat partai.

Caleg yang dimaksud, pertama, atas nama Ervin Luthfi. Ia mendapat perolehan suara 33.938 dan awalnya ditetapkan KPU sebagai satu dari caleg Gerindra terpilih daerah pemilihan Jawa Barat XI.

Namun, oleh Gerindra Ervin dipecat sehingga batal duduk di DPR.

Kursi Ervin seharusnya jatuh ke Fahrul Rozi yang mendapat suara 26.323. Namun, sebelum sempat duduk di Parlemen, Fahrul pun didepak dari partai berlambang Garuda itu.

Akhirnya, dengan perolehan 24.192 suara, Mulan Jameela dinyatakan lolos sebagai caleg terpilih.

Baca juga: Politisi Gerindra Ervin Luthfi Gugat Keputusan KPU yang Loloskan Mulan Jameela

Arief memastikan, pihaknya sudah lebih dulu memverifikasi data-data terkait sebelum menyatakan Mulan lolos sebagai caleg terpilih.

"Kami sebelum mengambil tindakan kami melakukan verifikasi dulu, kami melakukan klarifikasi benar nggak ini surat ini dikeluarkan oleh partai? Siapa yang tanda tangan? Kami tanya kepada yang bersangkutan benar nggak tanda tangan ini," ujar dia. 

Melihat polemik yang muncul beberapa waktu belakangan atas keputusan KPU menetapkan Mulan sebagai caleg terpilih, menurut Arief, hal itu bagian dari konsekuensi kerja KPU.

"Jadi kalau memang ada yang tidak setuju ya itu konsekuensi yang harus dihadapi oleh KPU," kata dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Mahfud MD, Dubes Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Keamanan Laut hingga Antiteror

Bertemu Mahfud MD, Dubes Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Keamanan Laut hingga Antiteror

Nasional
Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden, Demokrat: Cukup 2 Periode

Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden, Demokrat: Cukup 2 Periode

Nasional
Menkes Sebut Tagihan Pelayanan Jantung BPJS Kesehatan Tembus Rp 10,5 T

Menkes Sebut Tagihan Pelayanan Jantung BPJS Kesehatan Tembus Rp 10,5 T

Nasional
Menag Tak Mau Buru-buru Bubarkan Pesantren yang Terpapar Radikalisme

Menag Tak Mau Buru-buru Bubarkan Pesantren yang Terpapar Radikalisme

Nasional
Jokowi Tunjuk Staf Khusus, PKS Sebut Nuansa Bagi-bagi Kursi Masih Terlihat

Jokowi Tunjuk Staf Khusus, PKS Sebut Nuansa Bagi-bagi Kursi Masih Terlihat

Nasional
Kasus Dugaan Suap Eks Dirkeu AP II, KPK Panggil Direktur Bisnis PT INTI

Kasus Dugaan Suap Eks Dirkeu AP II, KPK Panggil Direktur Bisnis PT INTI

Nasional
Mardani: Tanpa Tupoksi yang Jelas, Staf Khusus Presiden Berpotensi Tumpang Tindih

Mardani: Tanpa Tupoksi yang Jelas, Staf Khusus Presiden Berpotensi Tumpang Tindih

Nasional
Upayakan Kembalikan Aset First Travel ke Korban, Kejagung Tunggu Putusan Gugatan Perdata

Upayakan Kembalikan Aset First Travel ke Korban, Kejagung Tunggu Putusan Gugatan Perdata

Nasional
Evaluasi Masa Jabatan Presiden di Mata Parpol...

Evaluasi Masa Jabatan Presiden di Mata Parpol...

Nasional
Kementerian Agama Siapkan Program Sertifikasi Dai

Kementerian Agama Siapkan Program Sertifikasi Dai

Nasional
LGBT Dilarang Daftar CPNS Kejagung, Ini Alasannya

LGBT Dilarang Daftar CPNS Kejagung, Ini Alasannya

Nasional
Menteri Agama Luncurkan Pospenas Ke-8, Kompetisi Olahraga dan Seni Antarpesantren

Menteri Agama Luncurkan Pospenas Ke-8, Kompetisi Olahraga dan Seni Antarpesantren

Nasional
Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden di Tengah Rencana Amendemen UUD 1945

Wacana Perubahan Masa Jabatan Presiden di Tengah Rencana Amendemen UUD 1945

Nasional
RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Akan Masuk Prolegnas Prioritas 2020

RKUHP dan RUU Pemasyarakatan Akan Masuk Prolegnas Prioritas 2020

Nasional
Kemenlu Pastikan 3 Korban dalam Video Penyanderaan Abu Sayyaf WNI

Kemenlu Pastikan 3 Korban dalam Video Penyanderaan Abu Sayyaf WNI

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X