Kompas.com - 20/09/2019, 19:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Halaqoh Kyai Santri Tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Sabtu (14/9). KOMPAS.com/HUMAS PEMPROV JATENGGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Halaqoh Kyai Santri Tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Sabtu (14/9).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku lebih senang mendengar anak-anak yang bercita-cita menjadi YouTuber daripada menjadi dokter atau gubernur.

Hal tersebut dikarenakan, era saat ini, yakni Revolusi 4.0 dinilainya sudah memungkinkan untuk menghendaki orang-orang yang berpikiran digital.

Oleh karena itu di Jawa Tengah, kata dia, pihaknya menyiapkan para pelajar untuk bisa mencapai Revolusi 4.0 di era bonus demografi ini.

Menurut Ganjar, pada era 4.0 banyak pekerjaan lama yang hilang dan pekerjaan baru yang muncul sehingga generasi 4.0 harus bisa ikut arus digital yang berkembang.

"Maka kalau hari ini saya tanya anak-anak, kamu mau jadi apa, Nak besok, jawabnya YouTuber, saya sudah senang. Anak ini betul-betul generasi sentenial, bukan lagi milenial. Sudah niatkan diri," kata Ganjar di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2019).

"Beda dengan kamu mau jadi apa, (jawabnya) dokter, masih umum. Ingin jadi gubernur, ah itu masih umum," ujar politisi PDI-P ini.

Baca juga: Cerita Ganjar Pranowo Lobi Menteri Pendidikan soal Zonasi Sekolah

Ganjar kemudian mencontohkan profesi lain yang menjadi tren saat ini, yaitu chef.

"Siapa orang yang bercita-cita jadi chef? Tidak ada kan zaman dulu. Artinya anak-anak itu sudah menyiapkan dirinya. Nah tugas kami adalah fasilitasi," kata dia.

Ganjar tak menampik jika Jawa Tengah mempunyai tantangan besar dalam persoalan bonus demografi. Persoalan itu terutama untuk memanfaatkannya.

"Yang belum lahir, pranatal, mulai dari ibunya asupan gizinya mempersiapkan mereka lahir dan memastikan yang lahir itu adalah sehat sehingga lahirnya saja sudah menjadi bibit unggul," kata dia.

Dengan demikian, kata dia, jika dari sejak belum lahir sudah disiapkan dengan baik, maka dari sisi kemampuan bekerja, mereka akan meningkat dan jika tidak bekerja, maka mereka harus mandiri di era Revolusi 4.0 ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Berhentikan Mobil yang Buntuti Rangkaian Kendaraan Wapres Ma'ruf Amin

Polisi Berhentikan Mobil yang Buntuti Rangkaian Kendaraan Wapres Ma'ruf Amin

Nasional
Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK, dari Proses hingga Materi Pertanyaan

Pegawai KPK Ungkap Kejanggalan TWK, dari Proses hingga Materi Pertanyaan

Nasional
Indonesia Minta Negara OKI Bersatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Indonesia Minta Negara OKI Bersatu Dukung Kemerdekaan Palestina

Nasional
Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Berikan Motor Roda Tiga untuk Gading, Mensos Risma: Dia Inspirasi Banyak Orang

Nasional
Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Pemeriksaan Spesimen Terkait Covid-19 Menurun, Ini Penjelasan Doni Monardo

Nasional
Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Doni Monardo Sebut Persentase Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Meningkat

Nasional
Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Kutuk Keras Serangan Israel ke Palestina, PKS: Tindakan Israel Bertentangan dengan Norma, HAM, dan Hukum Internasional

Nasional
Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Nasional
UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

Nasional
UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

Nasional
UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

Nasional
Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X