Ganjar Siapkan Pantura Jadi Kawasan Industri Pembangunan Tekstil

Kompas.com - 20/09/2019, 19:18 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengikuti Seminar Nasional Lemhanas RI di Gedung Lemhanas, Jumat (20/9/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai mengikuti Seminar Nasional Lemhanas RI di Gedung Lemhanas, Jumat (20/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap menjadikan Jawa Tengah sebagai kawasan industri pembangunan pabrik tekstil sebagaimana yang disebutkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Ganjar mengatakan, sudah ada satu kawasan industri yang disiapkan untuk itu, yakni di kawasan pantai utara atau Pantura.

"Iya, saya yang siapkan (lokasi kawasan industri tekstil). Sudah ada satu kawasan industri di Pantura," kata Ganjar di Gedung Lemhanas, Jumat (20/9/2019).

Menurut Ganjar, dengan dibukanya kawasan industri tekstil yang baru ini, maka pihaknya berharap relokasi industri asing yang ingin masuk bisa melalui kawasan tersebut.

Baca juga: Cerita Ganjar Pranowo Lobi Menteri Pendidikan soal Zonasi Sekolah

Dengan demikian, maka mereka akan mendapatkan izin yang mudah dan Pemprov Jawa Tengah yang menyiapkan tenaga kerja untuk itu.

"Sehingga sinergitasnya ada, dan ini bagian dari bagaimana menuju demografi itu bisa optimal dimanfaatkan," kata dia.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada beberapa investor yang bersedia masuk dan meminta kontrak dengan Pemprov Jawa Tengah.

Meski per item-nya belum didetailkan, tetapi Ganjar membenarkan bahwa akan ada relokasi besar di kawasan industri yang ada di Jawa Tengah.

"Kemarin kan Presiden bilang, kok, tidak ada yang nyantol satu pun (investor asing) ke Indonesia, mana provinsi yang siap? Nah, kami siapkan diri untuk itu," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Provinsi Jawa Tengah disiapkan sebagai kawasan pembangunan pabrik tekstil hasil relokasi industri asing, termasuk dari China.

Relokasi merupakan salah satu gagasan kebijakan pemerintah untuk mendukung kebutuhan industri tekstil nasional, sekaligus untuk meningkatkan ekspor dari industri tekstil.

Dengan adanya program itu, pemerintah berharap terjadi peningkatan ekspor secara keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X