DPR dan Pemerintah Sepakati RUU KPK, ICW: Dipaksakan agar KPK Lemah

Kompas.com - 17/09/2019, 09:17 WIB
Ilustrasi KPK TOTO SIHONOIlustrasi KPK
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Indonesia Corruption Watch menilai, pemerintah dan DPR memaksakan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi yang dilakukan dalam waktu cepat.

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan, ada banyak prosedur yang dilanggar demi memaksakan revisi UU yang dinilai melemahkan KPK itu disahkan.

"Secara prosedur dan subtansi banyak sekali dilanggar namun semua tetap dipaksakan agar KPK lemah dan bisa dikontrol secara politik," kata Donal kepada Kompas.com, Selasa (17/6/2019).

Hal itu disampaikan Donal menanggapi kesepakatan antara pemerintah dan DPR terkait poib-poin revisi UU KPK.

Baca juga: UU KPK Direvisi, TII Nilai DPR dan Presiden Jokowi Mengubur Harapan Publik

Salah satu prosedur yang dilanggar, kata Donal, yakni tidak dilibatkanya KPK dalam pembahasan revisi UU KPK.

DPR dan pemerintah juga dianggap tidak memberikan ruang bagi publik untuk memberikan pendapat.

Donal mencurigai DPR dan pemerintah sengaja tak mempertimbangkan suara publik dan KPK demi segera menggolkan RUU tersebut.

"Proses pembahasan yang kilat membuktikan pembahasan RUU ini sudah menjadi persekongkolan penguasa," ujar dia.

DPR dan pemerintah telah menyepakati poin-poin revisi UU KPK dalam rapat panitia kerja (Panja) di ruang Badan Legislasi (Baleg) DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

"Ada beberapa hal-hal pokok yang mengemuka dan kemudian disepakati dalam rapat panja," ujar Ketua Tim Panja DPR Revisi UU KPK Totok Daryanto saat menyampaikan laporan hasil rapat.

Ada tujuh poin perubahan yang telah disepakati dalam revisi UU KPK.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X