Bowo Sidik Selalu Minta Orang Kepercayaannya Catat Penerimaan Fee dari PT HTK

Kompas.com - 16/09/2019, 14:20 WIB
Terdakwa kasus dugaan suap distribusi pupuk Indung berjalan meninggalkan ruangan seusai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/8/2019). Dalam sidang tersebut Indung didakwa menjadi perantara suap untuk anggota DPR Bowo Sidik Pangarso serta diduga membantu Bowo menerima uang dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras. *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoTerdakwa kasus dugaan suap distribusi pupuk Indung berjalan meninggalkan ruangan seusai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/8/2019). Dalam sidang tersebut Indung didakwa menjadi perantara suap untuk anggota DPR Bowo Sidik Pangarso serta diduga membantu Bowo menerima uang dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso mengakui bahwa ia selalu meminta Direktur Keuangan PT Inersia Ampak Engineers (IAE) Indung Andriani untuk mencatat penerimaan fee dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti.

Hal itu disampaikan Bowo saat bersaksi untuk Indung, terdakwa kasus dugaan suap terkait kontrak kerja sama penyewaan kapal serta pengangkutan antara PT HTK dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Adapun PT IAE merupakan perusahaan milik Bowo. Sementara Indung merupakan orang kepercayaan Bowo sejak lama yang ditugaskan menjabat sebagai Direktur Keuangan PT IAE.

Baca juga: Bantu Kampanye, Pengusaha Akui Beri Uang Rp 300 Juta untuk Bowo Sidik Pangarso

"Selalu, Pak. Jadi setiap ada penerimaan dari Bu Asty, Bu Indung selalu melaporkan kepada saya dan saya minta tolong dicatat Bu Indung supaya kita punya catatannya," kata Bowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Bowo mengatakan, ia tak pernah menghitung secara rinci berapa besaran fee yang ia terima, sebab sudah ditangani oleh Indung. Setelah dicatat, kata Bowo, Indung biasanya akan langsung menyerahkan ke dirinya.

"Saya tidak menghitung sebenarnya, dan saya hanya membenarkan apa yang dikatakan Bu Indung, karena dia yang mencatat, itu saya membenarkan. Pokoknya setelah terima uang itu dicatat, diserahkan ke saya. Jadi (Indung) tidak menggunakan uang itu," ujarnya.

Baca juga: Jaksa Tunjukkan Amplop Uang Cap Jempol Bowo Sidik untuk Kampanye Pileg

Misalnya, kata Bowo, terkait penerimaan advance fee sebesar Rp 1 miliar secara bertahap. Bowo mengaku menerima langsung satu kali dari Asty. Sementara, Indung menerima dua kali.

"Sudah diterima, (dalam bentuk) dollar AS, Pak. Saya menerimanya sekali, Bu Indung dua kali. Besarannya saya enggak pernah ngitung, Pak," katanya.

Ia juga mengonfirmasi, ada penerimaan fee lainnya lewat Indung sebanyak lima kali.

Rinciannya, 1 Oktober 2018 sebesar Rp 221 juta; 1 November 2018 sebesar Rp 59.587 dollar AS; 20 Desember 2018 sebesar Rp 21.327 dollar AS; 26 Februari 2019 sebesar Rp 7.819 dollar AS dan 27 Maret 2019 sebesar Rp 89,4 juta.

"(Indung) selalu melaporkan kepada saya dan diserahkan ke saya, Pak," ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X