Jokowi Akan Usulkan Revisi 74 Undang-Undang yang Hambat Investasi

Kompas.com - 16/09/2019, 13:35 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) XVI 2019 di Jakarta, Senin (16/9/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo meminta agar para pengusaha muda menjadi pembelajar dan inovatif, haus teknologi, serta berdaya saing global supaya menjadi tempat lahirnya New Emerging Multi National Business. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPresiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) XVI 2019 di Jakarta, Senin (16/9/2019). Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo meminta agar para pengusaha muda menjadi pembelajar dan inovatif, haus teknologi, serta berdaya saing global supaya menjadi tempat lahirnya New Emerging Multi National Business. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah akan terus bekerja keras untuk menyingkirkan hambatan-hambatan investasi.

Ia pun berjanji pemerintah dan DPR periode mendatang akan merevisi puluhan UU yang dianggap menghambat.

"Setelah pelantikan DPR baru nanti, kita akan mengajukan banyak sekali revisi undang-undang," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Anggota DPR terpilih periode 2019-2024 akan dilantik pada 1 Oktober mendatang. Namun Jokowi tak merinci UU apa saja yang akan diusulkan pemerintah untuk direvisi.


Baca juga: Jokowi Rapat Dua Hari Sekali demi Genjot Investasi

"Kemarin sudah kita hitung, ada kurang lebih 74 undang-undnag yang langsung akan kita mintakan revisi agar kecepatan kita dalam bergerak, kecepaatan kita dalam bersaing dengan negara-negara lain bisa kita miliki," kata Jokowi.

Kepala Negara menargetkan bersaman dengan revolusi konsumen tahun depan, Indonesia benar-benar bisa menjadi magnet investasi. Jokowi berharap pada akhirnya Indonesia bisa mengalahkan negara-negara lain.

"Karena tidak semua negara punya raksasa konsumen seperti yang kita miliki saat ini," sambungnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Kecewa Calon Investor Banyak Lari ke Negara Tetangga

Jokowi mengatakan, revolusi konsumen tidak boleh hanya membuat Indonesia menjadi bangsa konsumtif dan pasif.

Revolusi konsumen harus dimanfaatkan sebagai pemacu untuk menjadi bangsa produsen.

"Kita siapkan diri kita menjadi bangsa produsen, menjadi bangsa produktif dan menjadi bangsa yang terus aktif berinvonasi. Sehingga kita menjadi pemenang dalam perebutan pasar," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X