KILAS

Ketua DPR RI Resmikan Monumen Dr. Sulistiyo

Kompas.com - 13/09/2019, 22:09 WIB
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat meresmikan Monumen Dr. Sulistiyo., M.Pd, di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019). Dok. DPR RIKetua DPR RI Bambang Soesatyo saat meresmikan Monumen Dr. Sulistiyo., M.Pd, di Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (13/9/2019).

KOMPAS.com - Guru memiliki kontribusi besar dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggul lewat pendidikan.

Atas dasar itu dan sebagai bentuk perhatian kepada para guru, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meresmikan Monumen Dr. Sulistiyo, M.Pd. di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Adapun Dr. Sulistiyo merupakan tokoh pendidikan yang pernah menjabat Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

"Nasib guru masih kurang diperhatikan dan beliau pula yang selalu berada di baris terdepan untuk memperjuangkannya,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo lewat rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (13/09/2019).

Meski tokoh pendidikan itu telah tiada dan Monumen Dr. Sulistiyo telah berdiri dengan indah dan megah, imbuh Bamsoet, namun inti perjuangannya tidak boleh sirna hanya karena telah berdiri sebuah monumen.

Kualitas pendidikan di Indonesia

Bamsoet juga mengingatkan semua pihak untuk bahu membahu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Menurut dia, DPR lewat fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran akan senantiasa memperjuangkan aspirasi para guru.

Kerja politik DPR, ia melanjutkan, sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun basis sistem pendidikan nasional, metode pembelajaran, dan materi kurikulum yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik.

Soal monumen yang baru diresmikan itu, Bendahara Umum DPP Partai Golkar 2024-2016 tersebut menekankan, bangunan yang memiliki nilai sejarah tersebut harus benar-benar dijaga keutuhan nilai sejarah dan fisiknya.

Bahkan, pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan tegas terhadap ancaman fandalisme dan ancaman pembangunan fisik di sekitar monumen.

"Nilai sejarah dan fisik monumen harus tetap dipertahankan secara utuh karena pada hakekatnya, monumen ini dibangun tidak untuk bermakna simbolik semata, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai kesejarahan yang bisa diambil suri tauladanya oleh masyarakat dan generasi penerus bangsa," ujar Bamsoet.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X