Wiranto: Simpatisan HTI Masih Bergerak secara Individu

Kompas.com - 13/09/2019, 17:02 WIB
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019). Menko Polhukam Wiranto menyatakan aktivitas di Papua dan Papua Barat sudah mulai berangsur normal kembali, tapi akses internet masih tetap dibatasi oleh pemerintah dan akan segera dibuka kembali saat kondisi sudah kondusif. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww. Hafidz Mubarak AMenko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019). Menko Polhukam Wiranto menyatakan aktivitas di Papua dan Papua Barat sudah mulai berangsur normal kembali, tapi akses internet masih tetap dibatasi oleh pemerintah dan akan segera dibuka kembali saat kondisi sudah kondusif. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut, simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI) saat ini masih bergerak, tetapi dilakukan secara individual.

Hal itu disampaikan Wiranto saat memberikan pembekalan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXII dan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIX di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

"Kalau HTI tidak dibubarkan, ormas ini akan jadi kekuatan luar biasa karena ideologinya bukan NKRI, melainkan ingin membangun negara dengan ideologi khilafah," ujar Wiranto.

"Namun, setelah dibubarkan, apa enggak ada masalah lagi? Masih, karena yang dilarang itu organisasinya, namun individualnya masih bergerak," katanya.

Baca juga: Ini Penjelasan Polisi Terkait Insiden Pengibaran Bendera Identik HTI di Gresik

Diketahui, HTI merupakan organisasi yang dilarang pemerintah karena dianggap memiliki ideologi radikal yang anti-Pancasila.

Menurut Wiranto, pembubaran organisasi HTI oleh pemerintah sejatinya harus diimbangi dengan mengawasi penyebaran ideologi khilafah yang dilakukan secara individual.

"Organisasi kita bubarkan, di luar masih ada. Pembubaran organisasi itu harus diimbangi individualnya juga, tidak boleh sebarkan ideologi seperti itu," kata Wiranto.

Baca juga: Wiranto Sebut Eks HTI yang Masih Sebarkan Paham Anti-Pancasila Bisa Dijerat Hukum

 

Diakui Wiranto, memang tidak mudah mengurus ormas. Merujuk catatan dari Kemenko Polhukam, lanjutnya, total ormas di Indonesia ada 424.192.

"Total ormas itu berdasarkan ormas yang memiliki surat keterangan dari Kemendagri sebanyak 26.880, kemudian ada 397.241 ormas yang berbadan hukum yang telah disetujui Kemenkumham, dan ormas asing yang disetujui Kemenlu ada 71," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X