Polemik Firli Bahuri Jadi Ketua KPK, Wiranto Minta Buktikan dengan Kinerja

Kompas.com - 13/09/2019, 12:59 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam, Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (11/9/2019). KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTOMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam, Wiranto, di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (11/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Irjen Firli Bahuri yang terpilih sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019-2023.

Berdasarkan hasil voting oleh Komisi III DPR RI, Irjen Firli Bahuri meraih suara terbanyak, bahkan dipilih oleh seluruh anggota komisi.

"Ya kita syukuri saja yang terpilih sebagai pimpinan KPK. Karena kenapa? Dia (Firli) sudah melalui satu proses yang sangat panjang," ujar Wiranto saat ditemui di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).

"Kita percayakan saja bahwa ketua terpilih dapat melaksanakan misi dengan baik, karena itu harapan masyarakat," kata Wiranto.

Baca juga: Kapolda Sumsel Irjen Firli Terpilih Jadi Ketua KPK, Ini Kata Polri

Ia menambahkan, kalau KPK ditangani oleh seseorang yang paham betul akan posisi yang diembannya, maka pemberantasan korupsi akan tetap berjalan tanpa hambatan.

"Kalau ditangani seseorang yang paham betul posisinya, yang tahu, yang diembannya dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia, kita sangat bagus, oke-oke saja," ucap dia.

Ketika ditanya terkait polemik rekam jejak Irjen Firli, Wiranto menuturkan, polemik seperti itu sudah biasa terjadi. Bagi Wiranto, yang terpenting adalah kinerjanya, bukan polemik.

"Kalau polemik biasa ya, setiap ada pejabat diangkat selalu ada polemik, biasa. Ada suka dan tidak suka, ya biarkan saja. Kita buktikan kinerjanya bagaimana," kata Wiranto.

Firli Bahuri sebelumnya menuai kontroversi karena mendapat penolakan sejumlah pihak, termasuk dari internal KPK.

KPK bahkan menyatakan bahwa Irjen Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan KPK telah melakukan pelanggaran etik berat.

Firli Bahuri melakukan pelanggaran berat berdasarkan kesimpulan musyawarah Dewan Pertimbangan Pegawai KPK.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X