Ilham Habibie: Bapak Pejabat Pemerintah, Bukan Politikus

Kompas.com - 12/09/2019, 21:15 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI)  BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017). Habibie berharap peran ICMI bersama pemerintah dapat mengembalikan Pancasila sebagai pandangan hidup bisa diakumulasikan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pembangunan yang pro-rakyat atau ekonomi pasar Pancasila. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/ama. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIFOTO DOKUMENTASI. Presiden ke-3 RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) BJ Habibie tertawa saat pembukaan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Tahun 2017 di Istana Kepresidenan Bogor, Jakarta, Jumat (8/12/2017). Habibie berharap peran ICMI bersama pemerintah dapat mengembalikan Pancasila sebagai pandangan hidup bisa diakumulasikan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pembangunan yang pro-rakyat atau ekonomi pasar Pancasila. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Putra sulung presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie, Ilham Akbar Habibie meminta ayahnya tak dikenang sebagai politikus.

Hal itu disampaikan Ilham selepas mengikuti prosesi pemakaman ayahnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Ilham mengatakan, ayahnya hanya berada dalam dimensi politik saat bertugas sebagai pejabat negara, tetapi bukan sebagai politikus.

"Bapak tidak pernah melihat dirinya sebagai orang politik. Bapak itu seorang yang bekerja profesinya di pemerintahan dan oleh karena itu ada di dimensi politik pada pekerjaannya, tetapi bukan politikus yang kita kenal di Indonesia yang mungkin kita sebut sebagai full time," ujar Ilham.


Baca juga: Berkat Habibie, Universitas Bung Karno Bisa Berdiri Hingga Sekarang

Ilham tak ingin Habibie disebut sebagai politikus lantaran tak pernah berkarier dalam partai politik.

Ilham melihat Habibie sebagai seorang profesional di bidang teknologi dan pemerintahan.

"Bapak memang punya profesi lain dan karena menjadi pejabat pemerintah otomatis ada dimensi politik tapi bukan orang politikus, itu saya kira harus kita bedakan," ujar Ilham.

"Dan itu juga saya seperti itu. Saya tidak melihat dirinya berkarir di sebuah partai. Saya melihat dirinya sebagai orang profesional dan itu yang dikontribusikan kepada negara dan bangsa kita," lanjut dia.

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie wafat pukul Rabu (11/9/2019) pukul 18.03 WIB.

Baca juga: Seperti Saat Meninggalnya Ainun, Keluarga Habibie Akan Gelar Tahlilan Selama 40 Hari

Habibie meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. 

Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan, tepatnya di samping makam almarhum istrinya, Hasri Ainun. Prosesi pemakaman berlangsung dengan diiringi upacara militer.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X