Wapres: Tak Mudah Jadi Pak Habibie, Ilmuwan Sekaligus Negarawan

Kompas.com - 12/09/2019, 11:11 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Presiden ketiga RI BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Sidang Tahunan MPR diselenggarakan dengan agenda penyampaian pidato Presiden Joko Widodo mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/ama. ANTARA FOTO/Sigid KurniawanFOTO DOKUMENTASI. Presiden ketiga RI BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Sidang Tahunan MPR diselenggarakan dengan agenda penyampaian pidato Presiden Joko Widodo mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/ama.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenang sosok almarhum Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai sosok ilmuwan sekaligus negarawan.

Menurut Kalla, dua peran yang dijalankan Habibie tersebut merupakan keistimewaan yang dimiliki pria yang dijuluki Mr. Crack itu. Kalla menilai tak mudah menjadi seorang ilmuwan sekaligus negarawan.

"Beliau telah menghabiskan waktunya untuk membangun bangsa ini dalam dua hal yang sangat penting. Teknologi dan juga demokrasi bangsa ini," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornyaKOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya
Baca juga: Habibie Wafat, tapi Mr Crack dan Teorinya akan Terus Hidup di Dunia

"Beliau seperti yang saya katakan tadi, seorang ilmuwan, seorang yang mengabdikan dirinya dalam teknologi. Sekaligus juga negarawan. Tidak mudah menyatukan hal itu," kata Kalla lagi.

Bahkan, kata Kalla, Presiden Soekarno yang juga seorang insinyur lebih menonjol di politik.

Sedangkan Habibie, kata Kalla, bisa menonjol di bidang politik maupun teknologi.

Di bidang politik, Habibie mampu membawa Indonesia lepas dari stigma Orde Baru menuju negara demokrasi.

Baca juga: Ini Alasan Habibie Disebut sebagai Bapak Demokrasi

Sedangkan di bidang teknologi, nama Habibie harum di dunia penerbangan internasional lantaran didapuk sebagai penemu teori keretakan pesawat.

"Karena itu mari kita mendoakan arwah almarhum diterima di sisi-Nya dengan sangat baik. Karena itu bagi kita jasa seorang pejuang negarawan harus menjadi panutan kita semua," lanjut Kalla.

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie wafat pukul Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Habibie meninggal dunia, menurut putranya Thareq Kemal Habibie, karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Rencananya, Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan. Tepatnya di samping makam almarhum istrinya, Hasri Ainun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X