"Seandainya Boleh Minta Dispensasi, Kita Minta Pak Habibie Jangan Dipanggil Dulu..."

Kompas.com - 12/09/2019, 08:50 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Presiden ketiga RI BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Sidang Tahunan MPR diselenggarakan dengan agenda penyampaian pidato Presiden Joko Widodo mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/ama. ANTARA FOTO/Sigid KurniawanFOTO DOKUMENTASI. Presiden ketiga RI BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Sidang Tahunan MPR diselenggarakan dengan agenda penyampaian pidato Presiden Joko Widodo mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD melayat ke kediaman almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Mahfud menyampaikan belasungkawa dan rasa dukanya yang mendalam.

"Seandainya kita boleh minta dispensasi kepada Tuhan, boleh minta penundaan takdir tentang kematian, tentu kita akan minta kepada Tuhan agar Pak Habibie belum dipanggil dulu. Karena kita masih memerlukan keteladanan dan bimbingan-bimbingannya," kata Mahfud.

Namun demikian, Mahfud mengikhlaskan kepergian Habibie.


Baca juga: Melayat bersama Ibunda, Anies Baswedan: Ibu Saya Dekat dengan Bapak Habibie

Menurut Mahfud, kini saatnya melanjutkan perjuangan dan apa yang telah disumbangkan Presiden ketiga RI itu.

Mahfud menilai, Habibie adalah orang yang luar biasa, yang bukan hanya berjuang untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mengorbankan seluruh yang ia miliki untuk kepentingan negara.

Salah satu pengrobanan terbesar Habibie adalah menyelenggarakan Pemilihan Umum pada 1998. Padahal, kala itu, Habibie secara konstitusi bisa bertahan menjadi Presiden hingga tahun 2003.

"Tapi beliau langsung mengumumkan saya akan mengadakan Pemilu agar rakyat memilih pemimpinnya sendiri melalui Pemilu yang baik. Dan terjadilah pemilu yang baik, sesudah puluhan tahun negara ini tidak pernah mengadakan pemilu dengan baik. Itulah yang dilakukan Habibie," ujar Mahfud.

Baca juga: Prestasi BJ Habibie, dari Pimpin Proyek N250 hingga Peroleh Edward Warner

Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie wafat pukul Rabu (11/9/2019) pukul 18.03 WIB.

Habibie meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung. 

Rencananya, Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta Selatan. Tepatnya di samping makam almarhum istrinya, Asri Ainun.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X