Adhyaksa Dault Mengenang Saat Habibie Jadi Saksi Pernikahannya

Kompas.com - 12/09/2019, 03:43 WIB
Adhyaksa Dault melayat almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie di rumah duka di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (11/9/2019).  BJ Habibie meninggal akibat penyakit yang dideritanya. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAdhyaksa Dault melayat almarhum Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie di rumah duka di Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (11/9/2019). BJ Habibie meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault mempunyai kenangan khusus akan sosok Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie yang wafat pada Rabu (11/9/2019) petang tadi.

Adhyaksa mengatakan, Habibie merupakan sosok yang menjadi saksi pada pernikahannya.

"Saya punya kenangan khusus dengan beliau ketika menjadi saksi menikah saya tanggal 23 Januari 1994. Waktu itu saya merasa sangat dapat dukungan," kata Adhyaksa di rumah duka di kawasan Patra Kuningan, Rabu malam.

Adhyaksa juga mengingat masa-masa di saat ia baru dilantik sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada 2004.


Baca juga: Obituari BJ Habibie: Selamat Jalan Mr Crack dari Parepare

Ia bercerita, ia pernah diundang Habibie dan diberikan banyak nasihat ketika iitu..

"Beliau bilang, 'Jangan sampai ada berita negatif tentangmu'. Saya memanggilnya Om Rudy," tutur Adhyaksa.

"Saat saya dilantik jadi menteri, saya diterima di rumah ini diberi nasihat satu jam setengah sama almarhum," ujar dia.

Adhyaksa mengatakan, bangsa Indonesia sangat kehilangan sosok Habibie yang dinilainya sangat pintar dan sangat mencintai keluarga.

Baca juga: Begini Rencana Pemakaman Habibie di TMP Kalibata, Kamis Besok

Diberitakan sebelumnya, putra Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie, mengonfirmasi meninggalnya sang ayah.

"Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.05 WIB," ujar Thareq di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Thareq mengatakan, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X