Ketum Golkar: BJ Habibie Teknokrat Paham Politik, Pelopor Teknopol

Kompas.com - 11/09/2019, 22:19 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan, partainya kehilangan sosok Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar.

Habibie meninggal di RSPAD, Jakarta, pukul 18.05, Rabu (11/9/2019).

"Beliau adalah salah satu teknokrat yang paham politik, salah satu pelopor teknopol," kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/9/2019).

"Teknologi-politik yang menginspirasi para politisi termasuk tentu kader-kader Partai Golkar, teknolog, para pendukung kebijakan hilirisasi/ nilai tambah manufaktur, para Insinyur Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Kenangan Yusril, si Anak Pembuat Naskah Pidato BJ Habibie

Airlangga mengatakan, pendekatan teknologi untuk kesejahteraan dari Habibie merupakan filosofi yang relevan untuk terus dilanjutkan.

Ia menyebut, Presiden Jokowi sudah mampu mengimplementasikan hal itu pada periode pertama pemerintahannya.

Hal itu diwujudkan antara lain lewat pembangunan infrastruktur, hilirisasi mineral serta difasilitasinya merek nasional dalam berbagai produk manufaktur nasional.

"Partai Golkar senantiasa akan mengenang sosok kader senior Bapak BJ Habibie, salah satu aset Pemikiran Partai Golkar," tutur Airlangga.

"Ke depan saya harapkan seluruh kader Partai Golkar dapat meneruskan teladan beliau," kata menteri perindustrian ini.

Baca juga: Maruf Amin: Habibie Telah Berikan Investasi Kemanusiaan yang Tinggi

Putra Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie, sebelumnya mengonfirmasi meninggalnya sang ayah.

"Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya, Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.03 WIB," ujar Thareq di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Thareq mengatakan, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Nurdin Basirun, KPK Sita Dokumen Anggaran dari 2 Lokasi di Tanjung Pinang

Kasus Nurdin Basirun, KPK Sita Dokumen Anggaran dari 2 Lokasi di Tanjung Pinang

Nasional
Hingga Rabu Ini, Total Tersangka Karhutla 230 Individu dan 5 Korporasi

Hingga Rabu Ini, Total Tersangka Karhutla 230 Individu dan 5 Korporasi

Nasional
Zainudin Amali: Ada 3 Poin Pembahasan Pansus Pemindahan Ibu Kota

Zainudin Amali: Ada 3 Poin Pembahasan Pansus Pemindahan Ibu Kota

Nasional
Yasonna: Pembatasan Hak Napi Kasus Korupsi itu Melanggar HAM

Yasonna: Pembatasan Hak Napi Kasus Korupsi itu Melanggar HAM

Nasional
Romahurmuziy Sakit, Hakim Tunda Agenda Sidang Pembacaan Eksepsi

Romahurmuziy Sakit, Hakim Tunda Agenda Sidang Pembacaan Eksepsi

Nasional
Bantah Fahri Hamzah, Istana Tegaskan Jokowi Tak Terganggu oleh KPK

Bantah Fahri Hamzah, Istana Tegaskan Jokowi Tak Terganggu oleh KPK

Nasional
Pemerintah Fokus Tangani Tiga Isu Dalam Negeri Ini

Pemerintah Fokus Tangani Tiga Isu Dalam Negeri Ini

Nasional
Pembebasan Bersyarat Dipermudah, TII: Ada Skenario Besar Pelemahan Antikorupsi

Pembebasan Bersyarat Dipermudah, TII: Ada Skenario Besar Pelemahan Antikorupsi

Nasional
Beda Yasonna-Presiden soal Siapa yang Bisa Jabat Dewan Pengawas KPK...

Beda Yasonna-Presiden soal Siapa yang Bisa Jabat Dewan Pengawas KPK...

Nasional
Pakar Medsos: Ada 'Buzzer' Pro-revisi UU KPK Gunakan Modus 'Giveaway'

Pakar Medsos: Ada "Buzzer" Pro-revisi UU KPK Gunakan Modus "Giveaway"

Nasional
Revisi UU KPK Berjalan Mulus, Barter dengan Pemindahan Ibu Kota?

Revisi UU KPK Berjalan Mulus, Barter dengan Pemindahan Ibu Kota?

Nasional
Pengurus DPD Golkar NTB Solid Dukung Airlangga Hartarto

Pengurus DPD Golkar NTB Solid Dukung Airlangga Hartarto

Nasional
Kirim Surel, Agus Rahardjo Minta Pegawai KPK Tetap Ikhtiar Lawan Korupsi

Kirim Surel, Agus Rahardjo Minta Pegawai KPK Tetap Ikhtiar Lawan Korupsi

Nasional
Lewat Sekretaris Bowo Sidik, Jaksa Tanya Pengurusan Proposal Pembangunan Pasar di Minahasa Selatan

Lewat Sekretaris Bowo Sidik, Jaksa Tanya Pengurusan Proposal Pembangunan Pasar di Minahasa Selatan

Nasional
Peneliti: Ada Satu Juta Percakapan Tentang KPK di Medsos dalam Sepekan

Peneliti: Ada Satu Juta Percakapan Tentang KPK di Medsos dalam Sepekan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X