KPK Tahan Asisten Pribadi Imam Nahrawi

Kompas.com - 11/09/2019, 22:13 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kanan) bersama Asisten Pribadi (Aspri) Menpora Miftahul Ulum (tengah) menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam sidang tersebut mereka memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana, serta staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc. RENOMenteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (kanan) bersama Asisten Pribadi (Aspri) Menpora Miftahul Ulum (tengah) menjadi saksi dalam sidang suap dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Dalam sidang tersebut mereka memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Mulyana, serta staf Kemenpora Adhi Purnomo dan Eko Triyanta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik KPK menahan Miftahul Ulum, asisten pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Rabu (11/9/2019).

Penahanan Ulum dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang gedung Merah Putih. Tentu sudah penyidikan," kata Febri dalam keterangan tertulis, Rabu malam.

KPK akan menyampaikan secara resmi rincian perkara yang menjerat Ulum dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (12/9/2019) besok.

"Perkara lengkap akan kami umumkan melalui konferensi pers secara resmi. Masih ada kegiatan penyidikan awal yang perlu dilakukan," kata Febri.

Baca juga: Cerita Ponselnya Pecah, Deputi IV Kemenpora Tak Menyangka Dibelikan yang Baru oleh Sekjen KONI

Catatan Kompas.com, nama Ulum berada di pusaran kasus suap pejabat Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) ke pejabat Kemenpora.

Berdasarkan penyidikan KPK, Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara KONI Johny E Awuy diduga menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta.

Dua pejabat KONI sudah divonis bersalah oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Hamidy dan Johny memberikan 1 unit Toyota Fortuner hitam dan uang Rp 300 juta kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta.

Kemudian, Johny dan Hamidy juga memberikan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Nurdin Basirun, KPK Sita Dokumen Anggaran dari 2 Lokasi di Tanjung Pinang

Kasus Nurdin Basirun, KPK Sita Dokumen Anggaran dari 2 Lokasi di Tanjung Pinang

Nasional
Hingga Rabu Ini, Total Tersangka Karhutla 230 Individu dan 5 Korporasi

Hingga Rabu Ini, Total Tersangka Karhutla 230 Individu dan 5 Korporasi

Nasional
Zainudin Amali: Ada 3 Poin Pembahasan Pansus Pemindahan Ibu Kota

Zainudin Amali: Ada 3 Poin Pembahasan Pansus Pemindahan Ibu Kota

Nasional
Yasonna: Pembatasan Hak Napi Kasus Korupsi itu Melanggar HAM

Yasonna: Pembatasan Hak Napi Kasus Korupsi itu Melanggar HAM

Nasional
Romahurmuziy Sakit, Hakim Tunda Agenda Sidang Pembacaan Eksepsi

Romahurmuziy Sakit, Hakim Tunda Agenda Sidang Pembacaan Eksepsi

Nasional
Bantah Fahri Hamzah, Istana Tegaskan Jokowi Tak Terganggu oleh KPK

Bantah Fahri Hamzah, Istana Tegaskan Jokowi Tak Terganggu oleh KPK

Nasional
Pemerintah Fokus Tangani Tiga Isu Dalam Negeri Ini

Pemerintah Fokus Tangani Tiga Isu Dalam Negeri Ini

Nasional
Pembebasan Bersyarat Dipermudah, TII: Ada Skenario Besar Pelemahan Antikorupsi

Pembebasan Bersyarat Dipermudah, TII: Ada Skenario Besar Pelemahan Antikorupsi

Nasional
Beda Yasonna-Presiden soal Siapa yang Bisa Jabat Dewan Pengawas KPK...

Beda Yasonna-Presiden soal Siapa yang Bisa Jabat Dewan Pengawas KPK...

Nasional
Pakar Medsos: Ada 'Buzzer' Pro-revisi UU KPK Gunakan Modus 'Giveaway'

Pakar Medsos: Ada "Buzzer" Pro-revisi UU KPK Gunakan Modus "Giveaway"

Nasional
Revisi UU KPK Berjalan Mulus, Barter dengan Pemindahan Ibu Kota?

Revisi UU KPK Berjalan Mulus, Barter dengan Pemindahan Ibu Kota?

Nasional
Pengurus DPD Golkar NTB Solid Dukung Airlangga Hartarto

Pengurus DPD Golkar NTB Solid Dukung Airlangga Hartarto

Nasional
Kirim Surel, Agus Rahardjo Minta Pegawai KPK Tetap Ikhtiar Lawan Korupsi

Kirim Surel, Agus Rahardjo Minta Pegawai KPK Tetap Ikhtiar Lawan Korupsi

Nasional
Lewat Sekretaris Bowo Sidik, Jaksa Tanya Pengurusan Proposal Pembangunan Pasar di Minahasa Selatan

Lewat Sekretaris Bowo Sidik, Jaksa Tanya Pengurusan Proposal Pembangunan Pasar di Minahasa Selatan

Nasional
Peneliti: Ada Satu Juta Percakapan Tentang KPK di Medsos dalam Sepekan

Peneliti: Ada Satu Juta Percakapan Tentang KPK di Medsos dalam Sepekan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X