Hadapi Dakwaan, Romahurmuziy Mengaku Tak Ada Persiapan Khusus

Kompas.com - 11/09/2019, 12:16 WIB
Mantan Ketua Umum PPP sekaligus anggota DPR Romahurmuziy atau Romy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/9/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANMantan Ketua Umum PPP sekaligus anggota DPR Romahurmuziy atau Romy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum PPP sekaligus anggota DPR Romahurmuziy atau Romy mengaku tak ada persiapan khusus dalam menghadapi sidang perdana dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur. 

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan Romy oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Sidang hari ini ya persiapan khusus enggak ada. Kan pembacaan dakwaan saja, cuma sebentar," kata Romy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: KPK Eksekusi Dua Penyuap Romahurmuziy ke Lapas


Ia juga belum menentukan langkah selanjutnya apakah akan mengajukan nota keberatan atau tidak usai mendengar dakwaan.

"Kita dengar dulu materi dakwaannya seperti apa belum tahu kan isinya apa, nanti setelah sidang baru ya. Nanti kita lihat di dakwaan ya," katanya.

Sebelumnya, dua orang mantan pejabat Kemenag Jawa Timur telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Mantan Kepala Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Ia dianggap terbukti menyuap Romahurmuziy selaku anggota DPR dan Ketua Umum PPP. Haris juga terbukti memberikan uang pelicin untuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. 

Rinciannya, Haris memberikan Rp 255 juta untuk Romahurmuziy dan Rp 70 juta untuk Menteri Lukman.

Hakim menganggap pemberian uang itu terkait terpilih dan diangkatnya Haris sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Baca juga: Rabu Ini, Romahurmuziy Jalani Sidang Perdana Dugaan Suap Jabatan di Kemenag

Sementara, Mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muafaq Wirahadi divonis 1 tahun dan 6 bulan penjara dan membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Muafaq terbukti menyerahkan uang dengan total Rp 91,4 juta kepada Romahurmuziy dan sepupunya Abdul Wahab. Romy menerima Rp 50 juta, sedangkan sisanya diterima Wahab sebesar Rp 41,4 juta.

Uang itu sebagai kompensasi karena Romy membantu dirinya dalam seleksi jabatan sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X